Bupati Ratu Wulla Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
STORINTT – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla memimpin langsung upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sumba Barat Daya, kamis(01/10/2026).
Upacara tersebut diikuti oleh Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka, Wakil Ketua II DPRD, Yusuf Bora, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, seluruh Pimpinan OPD, jajaran ASN lingkup Pemkab SBD, perwakiln Kodim 1629 SBD, perwakilan Polres SBD, Kejaksaan Negeri SBD dan tamu undangan lainnya.
Pantauan storintt.id, rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara, mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI, pembacaan Teks Pancasila, pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945, dan puncak acara pembacaan Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila.
Sementara naskah ikrar dibacakan oleh Wakil Ketua II DPRD Sumba Barat Daya, Yusuf Bora. Ikrar tersebut menegaskan tekad seluruh rakyat Indonesia untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Seluruh peserta upacara tampak menundukkan kepala saat mengheningkan cipta, sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada para pahlawan.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober ini menjadi pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia akan pentingnya menjaga Pancasila sebagai dasar negara yang tidak bisa digantikan oleh ideologi apapun.
Peristiwa kelam G30S/PKI pada 30 September 1965 menjadi pelajaran sejarah bahwa Pancasila telah teruji kesaktiannya menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan ideologi komunis.
Di Kabupaten Sumba Barat Daya yang majemuk dengan keberagaman suku, agama dan budaya, nilai-nilai Pancasila menjadi sangat relevan untuk terus dirawat. Semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan yang terkandung dalam sila-sila Pancasila menjadi modal sosial utama dalam membangun daerah.
Pemerintah Sumba Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang prima, dan kehidupan bermasyarakat yang harmonis di Bumi Loda Wee Maringi Pada Wee Malala.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk arwah para Pahlawan Revolusi yang telah gugur dalam mempertahankan Pancasila, dilanjutkan dengan penghormatan akhir dan foto bersama pimpinan daerah.
Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi menjadi refleksi bagi seluruh ASN dan masyarakat Sumba Barat Daya untuk benar-benar menghayati Pancasila dalam tindakan nyata sehari-hari, baik di kantor, di sekolah, maupun di lingkungan keluarga.***