Cerita Cara Orang Sumba Bersepakat Dengan Alam
Wai Humba, festival empat gunung, Gunung Wanggameti – sumba timur, Tana Daru – sumba tengah, Yawilla – sumba barat daya, Porunombu – sumba barat adalah sebuah Gerakan akar rumput untuk mendekatkan kembali manusia dengan Sang Pencipta dan alam sekitarnya.
Festival yang terinspirasi dari Kalarat Wai atau Pa Erri Wee ala nenek moyang menjadi salah satu upaya pelestarian budaya Humba dalam konteks perlindungan alam dari pengrusakan yang serampangan.
Keempat gunung ini merupakan 4 empat kawasan utama di Pulau Sumba yang berfungsi sebagai penyuplai kehidupan ekonomi, sosial budaya hingga kesehatan bagi rakyat Humba.
Melawan Lupa (Misteri Rara Wu)
Berbicara tentang tanah, orang Sumba akan berbicara tentang hidup. Hal inilah yang membuat para ksatria, Umbu Ndjanji, Umbu Pendi Ngara dan Umbu Mehang mengambil sikap untuk melawan tambang yang merusak tanah ulayat mereka, di paponggu, lembah rara wu, prai karoku jangga, sumba tengah.
Sikap kesatria ketiga umbu ini menjadi titik temu masyarakat Sumba khususnya untuk memahami betapa sikap tertindas hanya akan menciptakan perlawanan. Bahwa menjaga lingkungan adalah keharusan. Bahwa bayaran untuk terus hidup adalah dengan nyawa sendiri.
Tinggalkan Balasan