Cerita Inspiratif Varianto Sulap Lahan Lapas Waikabubak Menjadi Tempat Pariwisata; Narapidana semakin kreatif
Sebelumnya, disebut kalau setiap pengendara yang melintas disekitar Lapas Kelas IIB Waikabubak tepatnya di Kilometer 06 masih sangat sepi dan sunyi hingga menghadirkan ketakutan.
“Dulu kan di tempat ini saya pernah dengar cerita kalau ada yang melintas merasa takut karena sepi. Apalagi banyak pohon yang rimbun,” kata Yohanis.
Melihat lahan yang kosong tanpa ada manfaat, Yohanis mengaku terinspirasi. Ia mulai mengonsepkan untuk membangun galeri yang nantinya akan dipenuhi aksesoris atau ole-ole khas Sumba hasil kerajinan tangan para narapidana.
Mimpi itu pun terealiasasi dan berjalan dengan baik. Namun, demi meningkatkan ketrampilan narapidana, Yohanis kembali berkolaborasi dengan seluruh narapidana dalam mengolah lahan kosong lainnya untuk dijadikan lahan hortikultura.
Selanjutnya, ide untuk membangun kafe berbentuk kapal pun muncul. Ia berkeinginan supaya nantinya kafe tersebut dapat dijadikan tempat persinggahan pengguna jalan untuk istrahat sejenak.
“Terus tiba-tiba muncul ide untuk buat kafe berbentuk kapal. Ide itu muncul seketika melihat aksesoris di galeri sudah mulai banyak. Jadi kalau ada yang melintas bisa mampir di kafe untuk ngopi setelah itu bisa membeli aksesoris lagi,” sebut Yohanis.
Tinggalkan Balasan