Cerita Inspiratif Varianto Sulap Lahan Lapas Waikabubak Menjadi Tempat Pariwisata; Narapidana semakin kreatif
TIMEXNTT – Cerita inspiratif datang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Waikabubak, Sumb Barat, NTT.
Cerita itu tentang inovasi Kepala Lapas Waikabubak, Yohanis Varianto yang menyulap lahan kosong menjadi kafe berbentuk kapal.
Kafe berbentuk kapal itu diberi nama Janji Bui. konsepnya sangat unik. Bahannya pun ramah lingkungan karena berasal dari bambu.
Pemandangan yang Instagramable itu sudah berhasil memantik wisatawan untuk betah tinggal lama-lama di sana. Ada sejumlah lopo kecil untuk bersantai.
Bukan hanya kafe, Yohanis juga menyulap lahan kosong itu menjadi lahan hortikultura, perbengkelan, meubeler dan galeri aksesoris khas Sumba.
Menariknya, stigma terhadap penjara ternyata ditepis dengan lahirnya inovasi Yohanis. Narapidana akan mendapat berbagai pendampingan sebelum kembali ke tengah-tengah masyarakat.
Ditemui, Yohanis Varianto menceritakan ide membangun atau menyulap lahan kosong tersebut menjadi kafe berbentuk kapal dan diberi nama janji bui.
Yohanis menjelaskan, awal dirinya merasa terinpsirasi dengan melihat lahan kosong yang ditumbuhi pohon-pohon yang sudah menjulang tinggi.
Sebelumnya, disebut kalau setiap pengendara yang melintas disekitar Lapas Kelas IIB Waikabubak tepatnya di Kilometer 06 masih sangat sepi dan sunyi hingga menghadirkan ketakutan.
“Dulu kan di tempat ini saya pernah dengar cerita kalau ada yang melintas merasa takut karena sepi. Apalagi banyak pohon yang rimbun,” kata Yohanis.
Melihat lahan yang kosong tanpa ada manfaat, Yohanis mengaku terinspirasi. Ia mulai mengonsepkan untuk membangun galeri yang nantinya akan dipenuhi aksesoris atau ole-ole khas Sumba hasil kerajinan tangan para narapidana.
Mimpi itu pun terealiasasi dan berjalan dengan baik. Namun, demi meningkatkan ketrampilan narapidana, Yohanis kembali berkolaborasi dengan seluruh narapidana dalam mengolah lahan kosong lainnya untuk dijadikan lahan hortikultura.
Selanjutnya, ide untuk membangun kafe berbentuk kapal pun muncul. Ia berkeinginan supaya nantinya kafe tersebut dapat dijadikan tempat persinggahan pengguna jalan untuk istrahat sejenak.
“Terus tiba-tiba muncul ide untuk buat kafe berbentuk kapal. Ide itu muncul seketika melihat aksesoris di galeri sudah mulai banyak. Jadi kalau ada yang melintas bisa mampir di kafe untuk ngopi setelah itu bisa membeli aksesoris lagi,” sebut Yohanis.
Saat ini, Yohanis terus berinovasi dalam membangun berbagai lopo yang unik. Ke depannya, Yohanis akan membuat kolam ikan yang nantinya akan melengkapi kebutuhan wisatawan.
Seluruh narapidana akan mendapat kesempatan yang sama dalam meningkatkan ketrampilan mereka.
Dengan begitu, diyakini bahwa mereka dapat merubah pola pikir untuk melakukan hal yang bermanfaat serta berpenghasilan ketika masa tahanan berakhir.***
Tinggalkan Balasan