Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Demi Kelangsungan Pendidikan 156 Siswa, Warga Terdampak Gempa di Manggarai NTT Bangun Tenda Sekolah Darurat

Rian Marviriks Alfred Ten
Kepala Sekolah Dasar Katolik Bea Nio, Maria Santiana Sipa mengaku bahwa ada 6 ruangan kelas dan 1 ruangan perpustakaan yang terdampak gempa yang mengguncang wilayah Flores kala itu. Dari 7 ruangan tersebut, 2 mengalami rusak berat, 5 lainnya rusak ringan.(Dokpri Alfred)

STORINTT, MANGGARAI – Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga melumpuhkan fasilitas pendidikan.

Meski gedung sekolah rusak berat dan tak memungkinkan untuk digunakan, semangat belajar anak-anak di daerah terdampak tidak boleh padam. Gotong royong warga bersama pihak sekolah kini mewujud dalam berdirinya tenda sekolah darurat demi memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan.

Seperti yang dilakukan oleh para orangtua siswa dan tenaga guru di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Bea Nio, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Mereka bahu-membahu untuk memastikan pelayanan pendidikan terhadap anak mereka tidak padam, meskipun masih bertahan hidup di tenda pengungsian.

Kepada storintt.id, Kepala Sekolah Dasar Katolik Bea Nio, Maria Santiana Sipa mengaku bahwa ada 6 ruangan kelas dan 1 ruangan perpustakaan yang terdampak gempa yang mengguncang wilayah Flores kala itu. Dari 7 ruangan tersebut, 2 mengalami rusak berat, 5 lainnya rusak ringan.

“Kalau kursi, meija dan fasilitas lainnya dalam ruang belajar dalam posisi aman, tapi fasilitas kelas di 2 ruangan yang rusak berat itu saja ada yang hancur juga. Kemarin, kami ada misa penerimaan komoni suci pertama, kursi dan meija lainnya itu yang kami gunakan. Hanya gedung saja ada yang retak dan rusak parah,” kata Maria, Sabtu(29/08/2026).

Lebih lanjut, kata Maria, dikarenakan ada instruksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai untuk bisa melangsungkan proses KBM, pihaknya bersama orangtua siswa berinisiatif membangun tenda sekolah darurat. Mereka menggunakan bambu dan terpal sebagai atapnya.

Tenda sekolah darurat tersebut akan dibangun 6 ruang kelas dan diberi sekat. Saat ini, sudah 3 ruang kelas yang dibangun, namun karena kekurangan terpal, 3 ruangan belum bisa dibangun. Sementara tenda sekolah darurat dibangun di lapangan gereja.

Dengan kekurangan terpal, Maria juga telah menggarkan melalui dana BOS. Saat ini, terpal tersebut dalam proses pemesanan. Sementara untuk menutupi kekurangan, Maria meminta bantuan di pastor.

Menurut Maria, meskipun masih terdapat beberapa ruangan yang tidak terdampak gempa, pihaknya terpaksa membangun tenda darurat demi menghindari terjadinya gempa susulan. Nantinya, 156 siswa akan memanfaatkan tenda tersebut dalam melangsungkan KBM yang direncankan pada 02 September mendatang.

“Itu 156 siswa yang akan manfaatkan. Kita takut, karena sekarang masih dalam situasi gempa. Makanya kami bersama orangtua siswa siasati untuk buat gedung darurat di lapangan gereja. Memang sebelum gempa terjadi, sekolah kami itu dapat bantuan revit untuk 12 ruangan di tahun 2026, tapi karena tiba-tiba gempa jadi ditunda pembangunannya,” kata Maria.

Sementara itu, salah satu orangtua murid, Yohanes Sudirman, menyampaikan bahwa dirinya merasa bangga dan mendukung penuh pembangunan sekolah darurat tersebut.

“Saya juga merasa bangga serta sangat mendukung membangun sekolah darurat tersebut, agar anak-anak kami tetap sekolah walaupun dengan situasi yang masih dilanda bencana gempa,” kata Yohanes.

Menurutnya, keberadaan sekolah darurat menjadi langkah penting agar anak-anak tetap memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan.

Di tengah situasi bencana, semangat masyarakat untuk bergotong royong menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan anak-anak mereka.

Namun demikian, Yohanes berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolah, khususnya bantuan tenda darurat dan kebutuhan para sisw, termasuk tenaga guru.

“Kami berharap pemerintah daerah cepat memperhatikan dan menangani sekolah anak-anak kami ini,” ungkapnya.***

Tutup
error: Content is protected !!