Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Diberi Ultimatum Buktikan Kinerja Selama 6 Bulan, Kadis Perikanan dan Kelautan SBD Tetapkan Target

Rian Marviriks Storintt.id
Mantan Sekretaris Dinas Peternakan itu mengaku, dirinya telah menetapkan beberapa target yang harus dicapai selama 6 bulan. Hal itu tidak terlepas dari komitmennya dalam menjalankan amanah sebagaimana yang dipercayakan.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Sedikitnya 12 kepala dinas lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya telah dilantik beberapa minggu lalu untuk mengisi kekosongan jabatan.

Namun, 12 kepala dinas tersebut diberi ultimatum untuk membuktikan kinerja mereka selama 6 bulan sejak dilantik.

Tentunya ini menjadi salah satu tantangan yang diberikan dalam menunjukan kemampuan-kemampuan mereka serta berinovasi pada intansi yang sedang jabati dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini.

Beberapa kepala dinas yang ditemui telah menetapkan target yang harus dicapai selama 6 bulan kepemimpinan mereka, termasuk Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Hery Bora.

Mantan Sekretaris Dinas Peternakan itu mengaku, dirinya telah menetapkan beberapa target yang harus dicapai selama 6 bulan. Hal itu tidak terlepas dari komitmennya dalam menjalankan amanah sebagaimana yang dipercayakan.

Menurutnya, salah satu hal yang merupakan poin utama yang akan dilakukan adalah memperkuat pengolahan hasil di sektor Perikanan.

“Artinya hal ini tentunya masih cukup lemah selama ini sehingga tentunya oleh Ibu Bupati mendorong bahwa diversifikasi hasil perikanan ini perlu kita optimalkan,” kata Hery Bora, Kamis(29/01/2026).

Hery Bora menuturkan, di Kabupaten Sumba Barat Daya akan segera hadir Tambolaka Culiner Center dan wisata kuliner ikan di Waikelo yang akan bekerja sama dengan pemerintah desa.

Baca Juga  Pemerintah SBD Tetapkan 3 Desa Model, Kades Rada Mata Sambut Dengan Baik: Kami Sedang Siapkan Wisata Kuliner

Tentunya, kata dia, hal itu juga merupakan prospek untuk pengembangan pengelolaan hasil perikanan.

Untuk itu, ia menargetkan, beberapa diversifikasi pengelolaan hasil dari sebuah ikan termasuk juga budidaya laut seperti rumput laut jadi yang pertama.

“Misalnya kita menciptakan abon berasal dari ikan, kemudian ada juga bakso, kemudian kerupuk ikan dan dari sisi budidaya tadi rumput laut menjadi stick. Memang kalau rumput laut bisa untuk stick bisa untuk dodol gitu, tapi untuk tahap pertama ini yang kita fokus mungkin di stick dulu,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dengan adanya diversifikasi pengelolaan hasil ini, ia meyakini akan mendorong sektor perkembangan melalui UMKM.

Misalnya, masih kata dia, dengan harga ikan saat ini yang masih terbilang rendah, akan meningkatkan penghasilan ketika diproduksi. Pihaknya akan terus memgupayakan dalam mendorong-kelompok UMKM dalam memanfaatkan peluang tersebut.

Bahkan, disebutnya bahwa beberapa kelompok UMKM itu sudah dilatih, bahkan sudah ada fasilitas yang sudah diberikan.

Baca Juga  TEGAS! Menepis Isu Agama di Pilkada SBD, LPM; Bagaimana dengan saya yang Marapu?

“Yang walaupun sampai saat ini mereka belum mendiri atau belum melakukan usaha secara serius karena mereka masih tergantung dengan pendampingannya kita,” ujarnya.

Dalam proses 6 bulan ini, Hery Bora menyebut akan fokus pada pendampingan terhadap 3 kelompok prioritas dari beberapa kelompok yang didampingi selama ini. Mereka akan didampingi dalam memproduksi hasil laut.

“Kedepannya, 6 bulan pertama pasti akan itu target kita minimal ada di dua kelompok ini ya minimal tiga lah, artinya saya mau spesifik sehingga ada satu yang dari misalnya abon satu kelompok yang dari bakso dan stick seperti itu,” kata dia.

Tak berhenti disitu, Hery Bora akan mengupayakan program tersebut tetap berkelanjutan.

Meski dihantui oleh efisiensi anggaran, dirinya akan membangun komunikasi dengan pihak swasta dalam membantu kelompok untuk mendapatkan penyertaan modal.

“Saya kira apapun itu kita harus punya semangat karena dari sisi modal bisa saja dari pihak klien sehingga tugas kita memberikan akses kepada kelompok dan buka ruang akses bagaimana kelompok dengan perbankan bisa bekerja sama,” katanya lagi.***

Tutup
error: Content is protected !!