Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya Menambah 5 Lapak Jualan di Hutan Wisata Watukagorok

Rian Marviriks Storintt.id
Sementara pada tahun ini, kata Heri, jika tidak ada kendala, pihaknya juga akan segera memasang 1 unit meteran. Rencana tersebut sudah dibahas dalam perubahan anggaran tahun 2026.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Penataan hutan wisata watukagorok di Desa Reda Pada, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya terus dilakukan oleh pemerintah melalui Dinas Pariwisata.

Sementara pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Oktober atau awal November mendatang dengan total anggaran kurang lebih Rp100 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum(DAU).

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya, Heribertus Dara Hakalolu mengatakan, lapak tersebut akan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk berjualan dilokasi hutan watukagorok. Saat ini, pembangunan masih sedang berlangsung.

Menurutnya, setelah lapak selesi dibangun, nantinya akan diserahkan kepada pemerintah desa untuk mengelola. Jadi, pelaku UMKM di desa itu dapat memanfaatkan untuk menyediakan berbagai kebutuhan wisatawan, termasuk dalam menjual makanan lokal.

Dengan demikian, Heri meyakini kalau wisatawan yang datang berkunjung tidak lagi membawa bekal berjumlah besar dari rumah.

“Nanti setelah selesai pembangunan, kami akan menyerahkan ke pemerintah desa untuk mengelolanya. Itu nanti menjadi tanggug jawab desa,” kata Herbertus atau yang akrab disapa Heri itu, Kamis(10/09/2026).

Selain lapak jualan, ke depan, di hutan wisata watukagorok, Dinas Pariwisata merencanakan penataan lebih lanjut. Nantinya, akan dibangun lagi jogging track.

Sementara pada tahun ini, kata Heri, jika tidak ada kendala, pihaknya juga akan segera memasang 1 unit meteran. Rencana tersebut sudah dibahas dalam perubahan anggaran tahun 2026.

“Penataan masih terus kita lakukan untuk membuat pengunjung atau wisatawan merasa nyaman. Kita juga rencanakan untuk pembangunan toilet, pengadaan air bersih, kolam renang dan penambahan lopo. Kita bangun fasilitas itu pertahap sesuai anggaran yang ada,” tambah Heri.***

Tutup
error: Content is protected !!