Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Dipecat Dari Aparat Desa Denduka, Pemuda ini Mendadak Mengaku Wartawan Hingga Dipolisikan

“Dugaan itu muncul setelah sebelumnya ada klarifikasi soal kejadian pengrusakkan jalan rabat di Desa Weewula Rabu lalu. Kami hadir untuk membantu meluruskan soal kerja media mengingat salah satu oknum yang mengatasnamakan wartawan disebut pasang badan untuk masalah ini padahal sebagai wartawan tugas kita adalah menulis,” katanya.

Dirinya mengatakan usai klarifikasi tersebut oknum JD kemudian menulis status yang mengarah kepadanya kendati di satu tidak menyebut nama.

“Iya tidak sebut nama tapi dilihat dari rentang waktu itu bertalian sekali apalagi di forum anggota polres sempat menyampaikan ke dia kalau ada wartawan senior di sini,” tambahnya.

Baca Juga  Live di Facebook Ngaku Wartawan, Wartawan TVRI dan Victorynews Angkat Bicara

Selain itu, katanya kehadiran mereka juga ingin mengadukan oknum yang mengatasnamakan wartawan JD yang selama ini terkesan memaksa sejumlah kasus yang ada di desanya.

Bahkan ketika aduannya itu tidak diterima, dirinya malah membuat siaran langsung untuk menyudutkan institusi mitra media seperti Kepolisian, TNI dan Kejaksaan.

“Selain institusi tadi. Beberapa dinas dan badan pun diketahui mengalami hal yang sama. Bahkan beberapa mengaku ke kami. Kami tidak mau profesi ini dilecehkan dengan kerja-kerja diluar kode etik. Bagaimana pun sebagai mitra tugas kita hanya menulis bukan memaksa orang untuk mengikuti apa yang jadi keinginan kita. Kami malu sebagai jurnalis ada oknum yang mengatasnamakan wartawan seperti itu,” tambahnya.

Baca Juga  Tahapan Pilkada SBD, Pewarta SBD Sepakati Hal ini

Sementara itu, Kanit Tipidter Satreskrim Polres SBD, Bripka Muhammad Nur di kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil para Jurnalis Muda SBD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!