Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

DPRD SBD Minta Inspektorat Audit JUT Kabali Dana Webar Yang Menelan Anggaran Rp300 Juta

Untuk diketahui, jalan usaha tani habiskan anggaran Rp300 juta dengan sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus(DAK).(Dokpri Rian Marviriks)

Untuk itu, dirinya meminta Inspektorat supaya segera melakukan audit terhadap proyek yang menelan anggaran Rp300 juta tersebut.

Ia juga pertanyakan keseriusan PPK dalam mengawasi proses pengerjaan selama ini. Menurutnya, jika pengawasan dilakukan dengan efektif, maka tidak ada temuan seperti apa yang disebutkan dalam pemberitaan yang beredar.

“Segera turun untuk mengaudit pekerjaan ini,” pintah Thomas dengan tegas.

Baca Juga  Ombudsman NTT Sebut Fee yang Diterima Bendahara Dari Proyek Rp300 Juta di SBD Merupakan Tindak Pidana Korupsi

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal, PPK pada Dinas Pertanian mengaku mendapati genangan di lahan tanaman jagung warga. Ia menyebut temuan itu sebagai catatan khusus yang wajib ditindaklanjuti oleh kelompok tani Tunas Baru.

Menurutnya, di titik itu perlu ditambahkan deker dan tembok penahan untuk menyelamatkan tanaman warga dari genangan air.

Bukan hanya itu, PPK juga mengakui mendapati deker terbuat dari pipa yang dilapisi sirtu. Ia juga mengaku menemukan beberapa titik badan jalan yang sudah ditumbuhi rumput liar.

Baca Juga  Honor PPPK Paruh Waktu Sumba Barat Daya: Guru, Kesehatan dan Teknis

“Tadi saya sudah melihat secara langsung genangan air di kebun itu dan dilihat juga oleh ketua poktan. Dan saya sudah jadikan catatan supaya ditindaklanjuti. Saya bilang tambahkan deker dan tembok penahan,” sebut PPK yang namanya enggan diberitakan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!