Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

DPRD SBD Minta Inspektorat Audit JUT Kabali Dana Webar Yang Menelan Anggaran Rp300 Juta

Untuk diketahui, jalan usaha tani habiskan anggaran Rp300 juta dengan sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus(DAK).(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) angkat bicara soal proyek pekerjaan Jalan Usaha Tani(JUT) di Desa Kabali Dana, Wewewa Barat.

Untuk diketahui, jalan usaha tani habiskan anggaran Rp300 juta dengan sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus(DAK).

Pekerjaan ini dikabarkan, dikerjakan sejak bulan April 2024 dengan kalender kerja hingga Desember 2024.

Namun demikian, beberapa kenjanggalan dalam pekerjaan tersebut menuai sorotan termasuk dari lembaga legislatif Kabupaten Sumba Barat Daya turut angkat bicara.

Dihubungi, Wakil Ketua I DPRD Sumba Barat Daya, Thomas Tanggu Dendo menyayangkan atas pekerjaan jalan tani yang seharusnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat malah menuai sorotan.

Apalagi, kata dia, dimusim hujan ini mestinya tanaman petani bisa diselamatkan. Bukan malah rusak yang disebabkan oleh genangan air.

Baca Juga  Jalan Usaha Tani di Webar SBD Disebut Tidak Bermanfaat, Warga Pertanyakan Anggaran 300 Juta

“Sangat disayangkan. Seharusnya jalan tani itukan dikerjakan dengan baik dan dibuat bukan untuk merusak tanaman petani. Kalau memang sudah ada temuan tentang tidak ada deker dan tembok penahan maka wajib ditindaklanjuti,” kesal Thomas ketika dimintai tanggapannya, Rabu(12/02/2025).

Untuk itu, dirinya meminta Inspektorat supaya segera melakukan audit terhadap proyek yang menelan anggaran Rp300 juta tersebut.

Ia juga pertanyakan keseriusan PPK dalam mengawasi proses pengerjaan selama ini. Menurutnya, jika pengawasan dilakukan dengan efektif, maka tidak ada temuan seperti apa yang disebutkan dalam pemberitaan yang beredar.

“Segera turun untuk mengaudit pekerjaan ini,” pintah Thomas dengan tegas.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal, PPK pada Dinas Pertanian mengaku mendapati genangan di lahan tanaman jagung warga. Ia menyebut temuan itu sebagai catatan khusus yang wajib ditindaklanjuti oleh kelompok tani Tunas Baru.

Baca Juga  UPDATE! Tanaman Jagung Warga SBD yang Jadi 'Tumbal' Proyek Rp300 Juta, PPK Akui Ada Temuan di Lapangan

Menurutnya, di titik itu perlu ditambahkan deker dan tembok penahan untuk menyelamatkan tanaman warga dari genangan air.

Bukan hanya itu, PPK juga mengakui mendapati deker terbuat dari pipa yang dilapisi sirtu. Ia juga mengaku menemukan beberapa titik badan jalan yang sudah ditumbuhi rumput liar.

“Tadi saya sudah melihat secara langsung genangan air di kebun itu dan dilihat juga oleh ketua poktan. Dan saya sudah jadikan catatan supaya ditindaklanjuti. Saya bilang tambahkan deker dan tembok penahan,” sebut PPK yang namanya enggan diberitakan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!