Dua Ekor Kuda Hasil Curi Ditampung Dikarantina Mamboro Sumba Tengah Untuk Dikirim Ke Sulawesi
STORINTT – Masyarakat Kabupaten Sumba Tengah dikejutkan dengan ditemukannya tempat penampungan hewan atau karantina di Pelabuhan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah.
Mirisnya, penampungan hewan tersebut justru mendapat kecaman karena 2 ekor kuda hasil curian turut ditampung bersama ratusan ekor kuda lainnya yang hendak dikirim ke Sulawesi. Bahkan, identitas kedua ekor kuda itu sudah dimanipulasi.
Anehnya lagi, petugas karantina malah kecolongan dalam melakukan pemeriksaan administrasi terhadap kedua ekor kuda hasil curi tersebut. Hal itu pun menuai banyak tanya dari masyarakat Sumba Tengah, NTT.
Sementara informasi tersebut diunggah oleh seorang pengguna facebook, @Yance Oscar Umbu Saingu.
Dalam unggahannya, Yance menuliskan kalau awal bulan Agustus sekitar tanggal 5 atau 6 Agustus 2026, mereka mendapatkan informasi dari keluarga yang berada di Waiurang, Desa Tanabanas Barat tentang kehilangan 3 ekor kuda.
“Sehingga kami keluarga melakukan pencarian ke berbagai lokasi yang di curigai. Tapi karena kami kurang koneksi dan jaringan kami tidak menemukan kuda yang hilang tersebut. Pada saat yang bersamaan kuda kakak kami yang di pelihara di Pahomba juga telah di ambil orang atau dicuri. Hingga saat ini kami belum menemukan kuda tersebut,” tulis Yance dalam unggahanya yang dikutip storintt.id pada Minggu(30/08/2026).
Lewat beberapa hari setelah peristiwa itu alami keluarganya, mereka justru dihadapkan lagi dengan kejadian serupa. Pada 14 Agustus, Yance menuliskan kalau keluarganya kembali kehilangan 7 ekor kerbau.
“Keluarga langsung bergerak melakukan pencarian dan puji Tuhan 4 ekor langsung di dapat kembali di wilayah Ti Huru atau di Ti Manuk. Dan tanggal 16 Agustus 2026, 3 ekor lainnya kami dapatkan kembali di wilayah Tengah, tempatnya di BBU Waicimung,” tulisnya lagi.
Sementara itu, terhadap empat ekor kuda yang sebelumnya telah dicuri, keluarga Yance terus melakukan upaya pencarian. Mereka melakukan pencarian selama kurang lebih 1 bulan dengan menyisir diberbagai tempat.
Dalam proses pencarian, keluarga Yance justru merasa terkejut ketika mengetahui ada tempat karantina di Pelabuhan Mamboro. Mereka pun mencoba memasuki area karantina untuk mencari ke empat kuda yang hilang.
Ketika memasuki area karantina, keluarga Yance terkejut karena mendapati kurang lebih 104 ekor kuda yang didominasi oleh kuda betina produktif. Kuda-kuda tersebut sedang menunggu jadwal untuk dikirimkan ke Sulawesi. Namun, fokus mereka tetap pada tujuan utama dalam mencari 4 ekor kuda yang hilang.
Dalam kesempatan itu, akhirnya keluarga Yance menemukan 2 ekor kuda yang mirip dengan ciri-ciri kuda yang sedang dicari. Akhirnya, mendapat informasi itu, Yance bersama keluarga lainnya langsung bergegas menuju ke tempat karantina dengan membawa KTP sebagai bukti kepemilikan ternak.
Dengan membawa KTP, keluarga Yance memastikan kalau 2 ekor kuda tersebut adalah milik mereka yang walau pun identitas berupa cap sudah dimanipulasi. Sementara, hingga saat ini, 2 ekor lainnya masih dalam proses pencarian.
“Setelah di cocokan ternyata sangat sesuai dengan tanda-tanda, baik di KTP maupun pada ternak yang walaupun pada ternak kami sudah di tempel CAP lain (CAP ini akan saya sampaikan lain kesempatan),” tulisnya lagi.
“Harapan saya bagi dinas terkaiat untuk segera merespon informasi ini untuk melakukan tindakan-tindakan yang cepat agar 102 ekor ini di amankan sementara agar memberikan waktu kepada semua masyarakat Sumba Tengah untuk mencek mungkin saja ada saudara-saudara yang mengalami kehilangan kuda dengan membawa KTP ke lokasi yang saya jelaskan di atas. Kami akan sampaikan informasi lanjutan. Tunggu saja,” tulis Yance dalam akhiri postingannya.***