Enos Eka Dede: Banyak Perantau Asal Sumba Yang Bekerja Secara Profesional Dan Berhasil Diberbagai Bidang
Dalam dialog itu, Enos Eka Dede menegaskan pentingnya meluruskan persepsi publik terkait stigma yang kerap dilekatkan kepada warga Sumba.
Ia menjelaskan bahwa persepsi masyarakat lokal sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan realita di lapangan.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci dalam meredam kesalahpahaman dan memperkuat harmonisasi sosial.
“Tidak semua warga masyarakat Sumba terlibat konflik. Banyak perantau asal Sumba yang bekerja secara profesional dan berhasil di berbagai bidang. Namun, kasus-kasus individual kerap digeneralisasi sehingga menimbulkan stigma,” tegas Asisten III Kabupaten Sumba Barat Daya itu.
Karena itu, kata dia, diperlukan klarifikasi berbasis data serta dialog terbuka antara pemerintah di Pulau Sumba dan Bali, bersama tokoh masyarakat, tetua adat di Bali, serta organisasi atau paguyuban masyarakat Sumba di Bali.
Melalui talk show ini, seluruh pihak berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang sehat, mengedepankan data dan dialog, serta memperkuat sinergi lintas daerah demi mewujudkan kehidupan yang harmonis antara warga Sumba dan masyarakat Bali.***