Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

GMNI SBD Segel Kantor Perusahan BUMD Lawadi SBD

Dirinyapun menilai direktur Perusahan BUMD Lawadi SBD berbelit-belit dalam menanggapi pertanyaan massa aksi GMNI SBD.

“Kami juga minta bapak direktur jelaskan progresnya selama ini. Program-program apa saja yang bapak jalankan. Jangan berbelit-belit dalam menjawab aspirasi kami,” tegasnya di hadapan direktur perusahan BUMD Lawadi SBD.

Dengan tidak adanya pertanggungjawaban yang kuat, massa aksi GMNI SBD pun menyegel kantor Perusahan BUMD Lawadi dan meminta Direktur, Norbet Kaleka mundur dari jabatan.

Baca Juga  Cegah Pelanggaran Dari Dini, Bawaslu Ende Minta Panwascam Lakukan iniĀ 

Sebelumnya, untuk diketahui, aksi damai yang dilakukan oleh GMNI SBD merupakan bentuk kekecewaan terhadap program BUMD Lawadi SBD yang dinilai tidak berdampak pada pembangunan daerah kabupaten Sumba Barat Daya.

Baca Juga  Tak Main-Main, Bupati SBD Akan Rekomendasi Kades yang Bandel untuk Diperiksa dan Diproses Hukum

Berdasarkan hasil audiens GMNI SBD bersama Direktur BUMD Lawadi SBD beberapa hari lalu sebelum terjadinya aksi damai, disebut sebanyak Rp5.150.000.000 anggaran disuntikan oleh Pemda SBD.

Dari jumlah anggaran tersebut, Norbet Kaleka menyebut Pemda SBD mengalokasikan anggaran Rp150.000.000 pada bulan April tahun 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!