Habiskan Anggaran Miliaran Rupiah, Rumput Menjalar di Alun-Alun Tambolaka Sumba Barat Daya
“Saya secara pribadi sangat menyayangkan pemandangan ini. Rumput itu seolah sengaja dirawat sebagai penghias trotoar saja,” kesalnya.
Yulius juga pertanyakan keseriusan pemerintah melalui Dinas PUPR SBD yang sudah membangun proyek dengan anggaran yang besar itu.
Ia menilai Dinas PUPR SBD tidak serius menata pusat kota sehingga meghasilkan pemandangan yang estetis.
“Sepertinya yang kerja tidak serius. Seharusnya ini sudah jadi taman kota meski belum diresmikan. Lihat sendiri saja itu rumput. Sudah tinggi,” ucapnya.
Yulius membandingkan penataan alun-alun di daerah lainnya. Menurutnya, di kota-kota lain telah disediakan tempat pembuangan sampah yang memadai. Selain itu, ada juga petugas kebersihan yang selalu perhatikan kebersihan taman.
“Beda dengan SBD. Sudah ada icon tiga batu tungku, trotoar tetapi tidak ada petugas kebersihan? Beda dengan daerah lain yang benar-benar serius menata kota sehingga membuat nyaman pengunjung,” ujar Yulius.***
Tinggalkan Balasan