Habiskan Anggaran Miliaran Rupiah, Rumput Menjalar di Alun-Alun Tambolaka Sumba Barat Daya
TIMEXNTT – Habiskan anggaran Miliaran Rupiah, rumput semakin menjalar di Alun-Alun Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Untuk diketahui, proyek yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumba Barat Daya mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp11 Miliar lebih.
Pada tahap pertama pengerjaannya selesai Desember 2023 menelan anggaran sebesar Rp 3 miliar lebih. Dan tahap II di tahun 2024 sebesar Rp 4 miliar lebih. Dan tahap III akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun anggaran 2025 mendatang.
Mirisnya, penataan berkelanjutan di Alun-Alun Tambolaka yang keberadaannya tepat di pusat Kota itu terkesan tidak dilakukan.
Pantauan timexntt.id, Minggu,(08/13/2024) tampak terlihat trotoar di Alun-Alun Tambolaka sudah ditumbuhi rumput yang semakin menjalar. Di musim hujan ini, area lapangan Galatama juga terlihat becek.
Bukan hanya itu, sampah-sampah pun berserahkan. Pasalnya, penyediaan tempat pembuangan sampah di sana juga terbilang sedikit.
Ditemui, seorang pengunjung, Yulius(27) menyayangkan atas suguhan rumput yang menjalar dipermukaan trotoar Alun-Alun Tambolaka.
“Saya secara pribadi sangat menyayangkan pemandangan ini. Rumput itu seolah sengaja dirawat sebagai penghias trotoar saja,” kesalnya.
Yulius juga pertanyakan keseriusan pemerintah melalui Dinas PUPR SBD yang sudah membangun proyek dengan anggaran yang besar itu.
Ia menilai Dinas PUPR SBD tidak serius menata pusat kota sehingga meghasilkan pemandangan yang estetis.
“Sepertinya yang kerja tidak serius. Seharusnya ini sudah jadi taman kota meski belum diresmikan. Lihat sendiri saja itu rumput. Sudah tinggi,” ucapnya.
Yulius membandingkan penataan alun-alun di daerah lainnya. Menurutnya, di kota-kota lain telah disediakan tempat pembuangan sampah yang memadai. Selain itu, ada juga petugas kebersihan yang selalu perhatikan kebersihan taman.
“Beda dengan SBD. Sudah ada icon tiga batu tungku, trotoar tetapi tidak ada petugas kebersihan? Beda dengan daerah lain yang benar-benar serius menata kota sehingga membuat nyaman pengunjung,” ujar Yulius.***
Tinggalkan Balasan