Jalan Ditutup Karena Beda Pilihan, Warga Kompak Buat Jalan Baru Beri Nama Jalan Ratu Angga
Kepala keluarga itu menyebut tindakan penutupan jalan itu dilakukan pasca pencoblosan.
“Waktu habis pencoblosan langsung ditutup. Saya ada saja di rumah tetapi saya tidak membuat perlawanan. Saya memilih diam,” kata kepala keluarga yang enggan disebut namanya ketika ditemui, Minggu(01/12/2024).
Ia mengaku, sebelum pencoblosan, salah satu tim paslon mendatangi rumah adiknya dan meminta untuk mendukung paslon yang disebut oleh tim paslon itu.
Bahkan, adiknya dijanjikan satu unit meteran listrik jika memilih paslon tersebut meski kalah atau menang.
Kendati mendapat tawaran itu, adik dari kepala keluarga itu lebih memilih mengikuti suara hatinya untuk memilih Paket Ratu Angga tanpa menerima tawaran apapun.
“Dia ketemu adik saya, dia ajak dukung calon lain dan dijanjikan meteran biar kalah atau menang. Tapi adik saya tidak mau dan tetap memilih sesuai suara hatinya. Kami semua memilih Paket Ratu Angga,” ngaku kepala keluarga itu.
Mendengar keluhan itu, seorang warga Dusun Pancasila, Desa Kabali Dana, Samuel Bora Dairo dengan tulus hati memberikan lahannya untuk dibuatkan jalan baru.
Tinggalkan Balasan