Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Jalan Ditutup Karena Beda Pilihan, Warga Kompak Buat Jalan Baru Beri Nama Jalan Ratu Angga

Warga pendukung Ratu Angga sudah selesai membuat jalan baru.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Proses pencoblosan dalam memilih Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya kini telah usai.

Namun, pasca pencoblosan warga Dusun Pancasila, Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat dikejutkan dengan aksi penutupan akses jalan menggunakan bambu.

Penutupan akses jalan tersebut diduga dilakukan oleh beberapa orang pendukung salah satu calon Bupati dan calon Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Dari informasi yang dihimpun penutupan akses jalan itu diketahui pasca pencoblosan. Dampaknya, tiga kepala keluarga kesulitan mencari jalan alternatif.

Bukan hanya mereka, banyak warga lainnya yang turut memprihatinkan atas penutupan jalan tersebut. Sebab, mereka akan kesulitan berpergian di keluarga yang di sana.

Ditemui salah satu kepala keluarga yang enggan disebut namanya, mengeluhkan atas penyekatan atau blokade jalan yang sering dilalui anaknya ketika ke sekolah.

Padahal, jalan itu menjadi jalan utama yang diakses baik pada saat menurunkan bahan material bangunan dan jalan satu-satunya yang bisa dilalui kendaraan roda dua.

Baca Juga  Soleman Lende Dappa Sebut Debora Lende Bukan Pengurus Yatutim

Kepala keluarga itu menyebut tindakan penutupan jalan itu dilakukan pasca pencoblosan.

“Waktu habis pencoblosan langsung ditutup. Saya ada saja di rumah tetapi saya tidak membuat perlawanan. Saya memilih diam,” kata kepala keluarga yang enggan disebut namanya ketika ditemui, Minggu(01/12/2024).

Ia mengaku, sebelum pencoblosan, salah satu tim paslon mendatangi rumah adiknya dan meminta untuk mendukung paslon yang disebut oleh tim paslon itu.

Bahkan, adiknya dijanjikan satu unit meteran listrik jika memilih paslon tersebut meski kalah atau menang.

Kendati mendapat tawaran itu, adik dari kepala keluarga itu lebih memilih mengikuti suara hatinya untuk memilih Paket Ratu Angga tanpa menerima tawaran apapun.

“Dia ketemu adik saya, dia ajak dukung calon lain dan dijanjikan meteran biar kalah atau menang. Tapi adik saya tidak mau dan tetap memilih sesuai suara hatinya. Kami semua memilih Paket Ratu Angga,” ngaku kepala keluarga itu.

Baca Juga  Rekonsiliasi MDT dan Kodi Mete Wujud Perdamaian, Semua Korban Dirangkul dan Didoakan; Kami minta maaf

Mendengar keluhan itu, seorang warga Dusun Pancasila, Desa Kabali Dana, Samuel Bora Dairo dengan tulus hati memberikan lahannya untuk dibuatkan jalan baru.

“Ketika saya dengar, saya langsung ajak untuk buat jalan baru dilahan saya. Kasihan hanya karena beda politik harus tutup jalan,” ungkapnya dengan kesal.

Samuel menegaskan, lahan yang dibuat jalan baru adalah tanah miliknya. Ia dengan iklas mengajak tiga kepala keluarga dan warga lain untuk bergotong royong dalam membuat jalan baru.

Dengan alasan beda pilihan itu, Samuel dan warga lainnya sepakat akan memberi nama jalan itu Jalan Ratu Angga atau Jalan Menyalah.

“Kami sepakat kasih nama jalan Menyalah atau jalan Ratu Angga,” kata Samuel disambut yel-yel menyalah angle dari warga lain dengan mengangkat satu jari.

Samuel berharap jalan tersebut dapat disiram sirtu supaya dapat dilalui dengan rasa nyaman.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!