Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kades Wali Ate Alokasikan Anggaran untuk Kegiatan Demplot Hortikultura, Wujud Pemberdayaan Masyarakat

Program itu disebut sebagai wujud pemberdayaan masyarakat Desa Wali Ate, Kecamatan Wewewa Barat, SBD, NTT.

Rio menjelaskan, lahan yang akan digunakan sebagai lahan demplot hortikultura merupakan milik petani Desa Wali Ate.

Sementara pemerintah Desa Wali Ate yang menyediakan anggaran demi kelancaran program tersebut.

“Kalau lahan itu petani punya. Kami hanya anggarkan untuk mendukung suksesnya program demplot hortikultura di Desa Wali Ate,” jelasnya.

Inteversi dana desa terhadap demplot hortikultura disebutnya akan dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan petani. Mulai dari pembukaan lahan hingga pada masa panen.

Baca Juga  Tahap-Tahap Dalam Perkawinan Adat Sumba yang Perlu Kamu Tahu

Ia mengurai beberapa jenis tanaman hortikultura yang akan diadakan oleh pemerintah desa. Diantaranya, tomat, cabe, kol, pitsai. Namun jika ada masyarakat yang meminta rekomendasi tanaman lain akan di layani.

“Tapi perlu kita ketahui jenis horti yang ingin ditanam perlu disesuaikan dengan kondisi tanah di Desa Wali Ate. Kalau minta tanaman yang tidak sesuai pasti tidak dilayani. Tentunya juga kita minta petunjuk penyuluh pertanian atau pendamping,” ucap Rio.

Baca Juga  Ombudsman NTT Sebut Fee yang Diterima Bendahara Dari Proyek Rp300 Juta di SBD Merupakan Tindak Pidana Korupsi

Selain itu, Rio menuturkan, program hortikultura dapat menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah desa dengan petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!