Kades Wali Ate Alokasikan Anggaran untuk Kegiatan Demplot Hortikultura, Wujud Pemberdayaan Masyarakat
Ia mengurai beberapa jenis tanaman hortikultura yang akan diadakan oleh pemerintah desa. Diantaranya, tomat, cabe, kol, pitsai. Namun jika ada masyarakat yang meminta rekomendasi tanaman lain akan di layani.
“Tapi perlu kita ketahui jenis horti yang ingin ditanam perlu disesuaikan dengan kondisi tanah di Desa Wali Ate. Kalau minta tanaman yang tidak sesuai pasti tidak dilayani. Tentunya juga kita minta petunjuk penyuluh pertanian atau pendamping,” ucap Rio.
Selain itu, Rio menuturkan, program hortikultura dapat menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah desa dengan petani.
Demi menguatkan kapasitas petani, Pemerintah Desa Wali Ate nanti akan melibatkan penyuluh pertanian, terutama bagi petani yang akan mengelolah lahan demplot hortikultura tersebut.
“Jadi ketika petani berhasil panen tanaman horti yang akan mereka kelolah, mereka jual dan keuntungannya milik mereka sendiri. Tidak ada pembagian atau pengembalian modal di desa. Tetapi perlu saya tegaskan, pada tahap berikutnya mereka wajib menggunakan keuntungan itu dalam memperluas atau meningkatkan lahan,” tambahnya.
Untuk diketahui, Desa Wali Ate yang menjadi salah satu desa yang memiliki program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan demplot hortikultura. Mereka mendapat dampingan dari penyuluh pertanian Wewewa Barat.***
Tinggalkan Balasan