Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kemiskinan dan Stunting Masih Menjadi Tantangan di Sumba Barat Daya NTT

Rian Marviriks Storintt.id
Menurutnya, berdasarkan data E-PPGBM pada bulan Januari 2026 prevelensi stunting Kabupaten Sumba Barat Daya berada pada angka 40,2 persen atau sebanyak 5.470 Balita stunting dengan jumlah pengukuran sebesar 44,6 persen dari total Balita di Kabupaten Sumba Barat Daya.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Angka kemiskinan dan stunting masih menjadi tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Walau begitu, pemerintah berkomitmen menekan angka tersebut melalui berbagai program prioritas.

Hal di atas disampaikan oleh Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dalam kegiatan kunjungan kerja Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, Senin(16/03/2016) di Aula Kantor Bupati.

Baca Juga  Camat Webar BantahTudingan Kuasa Hukum Paket Rakyat Soal Penahanan EKTP

Kunjungan kerja Gubernur bersama tim percepatan pembangunan Provinsi NTT dinilai sebagai bagian bentuk komitmen kuat pemerintah provinsi untuk terus mendorong percepatan pembangunan di daerah, khususnya dalam pengembangan ekonomi kerakyatan sebagai upaya nyata menanggulangi kemiskinan dan stunting.

“Kita semua menyadari bahwa tantangan pembangunan di daerah, termasuk di Kabupaten Sumba Barat Daya masih cukup besar,” kata Bupati Ratu Wulla.

Baca Juga  Gubernur NTT Minta Prioritaskan Masyarakat Miskin Sebagai Tenaga Kerja di Dapur MBG

Menurutnya, berdasarkan data E-PPGBM pada bulan Januari 2026 prevelensi stunting Kabupaten Sumba Barat Daya berada pada angka 40,2 persen atau sebanyak 5.470 Balita stunting dengan jumlah pengukuran sebesar 44,6 persen dari total Balita di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Tutup
error: Content is protected !!