Kemiskinan dan Stunting Masih Menjadi Tantangan di Sumba Barat Daya NTT
STORINTT – Angka kemiskinan dan stunting masih menjadi tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Walau begitu, pemerintah berkomitmen menekan angka tersebut melalui berbagai program prioritas.
Hal di atas disampaikan oleh Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dalam kegiatan kunjungan kerja Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, Senin(16/03/2016) di Aula Kantor Bupati.
Kunjungan kerja Gubernur bersama tim percepatan pembangunan Provinsi NTT dinilai sebagai bagian bentuk komitmen kuat pemerintah provinsi untuk terus mendorong percepatan pembangunan di daerah, khususnya dalam pengembangan ekonomi kerakyatan sebagai upaya nyata menanggulangi kemiskinan dan stunting.
“Kita semua menyadari bahwa tantangan pembangunan di daerah, termasuk di Kabupaten Sumba Barat Daya masih cukup besar,” kata Bupati Ratu Wulla.
Menurutnya, berdasarkan data E-PPGBM pada bulan Januari 2026 prevelensi stunting Kabupaten Sumba Barat Daya berada pada angka 40,2 persen atau sebanyak 5.470 Balita stunting dengan jumlah pengukuran sebesar 44,6 persen dari total Balita di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Sementara menurut data BPS Kabupaten Sumba Barat Daya pada September tahun 2025, tingkat kemiskinan Kabupaten Sumba Barat Daya berada pada angka 25,66 persen atau 97,68 ribu jiwa.
“Tingkat kemiskinan dan stunting masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dunia usaha, perbankan, serta seluruh komponen masyarakat” tambahnya lagi.
Oleh karena itu, pendekatan penguatan ekonomi kerakyatan dinilai menjadi langkah strategis yang sangat relevan melalui pengembangan UMKM, industri kecil menengah, penguatan sektor pertanian, peternakan dan pengolahan produk lokal.
Dengan demikian, diyakini bahwa dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Ketika ekonomi keluarga semakin baik, maka diyakini pula bahwa kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak juga akan meningkat, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat akan berjalan seiring dengan upaya penurunan angka stunting di daerah ini.
“Kami berharap melalui kunjungan kerja ini akan lahir berbagai gagasan, sinergi dan langkah-langkah strategis yang dapat mempercepat pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” kata Bupati Ratu Wulla.***