Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kemiskinan dan Stunting Masih Menjadi Tantangan di Sumba Barat Daya NTT

Rian Marviriks Storintt.id
Menurutnya, berdasarkan data E-PPGBM pada bulan Januari 2026 prevelensi stunting Kabupaten Sumba Barat Daya berada pada angka 40,2 persen atau sebanyak 5.470 Balita stunting dengan jumlah pengukuran sebesar 44,6 persen dari total Balita di Kabupaten Sumba Barat Daya.(Dokpri Rian Marviriks)

Sementara menurut data BPS Kabupaten Sumba Barat Daya pada September tahun 2025, tingkat kemiskinan Kabupaten Sumba Barat Daya berada pada angka 25,66 persen atau 97,68 ribu jiwa.

“Tingkat kemiskinan dan stunting masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dunia usaha, perbankan, serta seluruh komponen masyarakat” tambahnya lagi.

Baca Juga  Semakin Menggurita, DPRD SBD Akan Mengkaji Aturan Pemberhentian Sementara Kepala Desa Panenggo EdeĀ 

Oleh karena itu, pendekatan penguatan ekonomi kerakyatan dinilai menjadi langkah strategis yang sangat relevan melalui pengembangan UMKM, industri kecil menengah, penguatan sektor pertanian, peternakan dan pengolahan produk lokal.

Dengan demikian, diyakini bahwa dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Baca Juga  Pemuda Khatolik Wewewa Selatan Jalankan Proposal Pembangunan Gedung Gereja, Ada 324 Umat

Ketika ekonomi keluarga semakin baik, maka diyakini pula bahwa kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak juga akan meningkat, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat akan berjalan seiring dengan upaya penurunan angka stunting di daerah ini.

Tutup
error: Content is protected !!