Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kepala Desa Weepangali; demi menghindari korban jiwa di dua kampung, saya minta maaf

Kepala Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Fransiskus Umbu Geti mengakui tindakannya dalam memutuskan jaringan listrik menuju kampung Wanno Mema adalah salah.(Dokpri Rian Marviriks)

Ditempat itu, Fransiskus masih berupaya menenangkan warga Wanno Mema dan meminta mereka untuk menahan diri hingga menunggu pihak PLN.

Sebab, saat itu adalah hari minggu, sehingga ia kembali meminta supaya menunggu sambil menghubungi pihak PLN.

“Kalau memang kamu sudah begitu, tahan dulu, tidak masalah kalau kamu sudah sepakat untuk buka(kabel). Begitu saya turun dari bale-bale mau pergi di tempat yang bermasalah, mereka minta saya untuk panggil PLN untuk buka sekarang, kalau tidak buka sekarang maka kami akan naik sendiri untuk buka. Saya masih bilang, soal PLN jangan dibayar, tapi karena hari minggu ini hari jadi tunggu dulu, kapan ada waktu dari PLN saya akan lapor supaya datang,” tuturnya.

Baca Juga  Cerita Transalti Anak Yatim Pembawa Baki Upacara HUT RI ke-79 di SBD NTT; Saya mau jadi Polwan

Dengan berbagai desakan itu, suasana semakin tidak kondusif dan Fransiskus menyebut terdapat sejumlah warga dari kampung Pyamata dan Wanno Mema hadir dengan membawa parang di lokasi tersebut.

Baca Juga  173 Desa dan 2 Kelurahan di SBD Sudah Bentuk Koperasi Merah Putih

Tak mau menimbulkan korban jiwa, Fransiskus langsung inisiatif naik di atap rumah salah satu warga Pyamata untuk memutuskan jaringan listrik menuju Kampung Wanno Mema. Saat itu, listrik sedang padam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!