Kepsek SDK Bea Nio Manggarai Harap Ada Bantuan Kebutuhan Sekolah Dan Pelayanan Gisi Bagi Siswa Yang Terdampak Gempa
STORINTT, Manggarai – Pascabencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dunia pendidikan lokal menghadapi ujian berat.
Di tengah keterbatasan, Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) Bea Nio, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Maria Santiana Sipa menaruh harapan besar agar uluran bantuan segera mengalir untuk memenuhi kebutuhan dasar perlengkapan sekolah para siswanya.
Dampak gempa tak hanya merusak infrastruktur fisik bangunan sekolah, tetapi juga mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Banyak siswa yang kehilangan perlengkapan belajar mereka, mulai dari buku tulis, seragam, hingga alat tulis akibat kerusakan bangunan rumah maupun fasilitas sekolah.
Kehadiran bantuan logistik dan fasilitas sekolah diyakininya akan menjadi penunjang utama serta penyemangat psikologis bagi anak-anak agar kembali ceria di lingkungan sekolah. Apalagi, rencana proses KBM akan berlangsung pada 02 September dengan menggunakan tenda sekolah darurat.
“Kalau sebelum gempa itu, rata-rata seragam anak-anak sudah lusuh, apalagi setelah gempa, pasti lebih parah, tapi kita juga belum pantau anak-anak yang lain karena memang kami sendiri juga belum berani keluar untuk mengunjungi para siswa. Sekarang, anak-anak semua tidur di posko, tidak ada yang berani tidur di rumah. Bahkan ada siswa yang sama sekali kehilangan tempat tinggal. Jadi kami harap betul ada bantuan perlengkapan sekolah untuk mereka,” kata Maria, Sabtu(29/08/2026).
Selain itu, Maria juga mengharapkan bantuan pemenuhan makanan bergizi bagi para siswa yang saat ini masih bertahan ditenda pengungsian bersama keluarga mereka.
Menurutnya, bencana sering kali mengganggu ketahanan pangan keluarga, sehingga pelayanan gizi di posko sangat vital untuk menjaga daya tahan tubuh dan tumbuh kembang anak dari risiko stunting atau gizi buruk pascabencana.
“Makanan bergisi juga penting untuk anak-anak, apalagi mereka tinggal di posko, kebanyakan pascagempa anak-anak banyak yang lemah. Kalau program MBG, sekolah kami sampai saat ini belum mendapat pelayanan,” katanya lagi.
Untuk itu, dukungan sinergis dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Manggarai, serta komunitas kepedulian sosial kini menjadi titik tumpu harapan bagi SDK Bea Nio dan sekolah-sekolah terdampak bencana lainnya di NTT.
Sebagai informasi tambahan, SDK Bea Nio merupakan salah satu sekolah di Kecamatan Cibal yang terdampak gempa pada 15 Agustus lalu. Dari 12 ruang kelas, 2 diantaranya mengalami rusak berat, sedangkan 5 ruangan lainnya rusak ringan.
Saat ini, orangtua siswa bersama para guru sedang membangun tenda sekolah darurat di lapangan gereja untuk proses KBM yang direncanakan berlangsung pada 02 September mendatang. Tenda darurat tersebut akan dimanfaatkan oleh 156 siswa.***