KLARIFIKASI! Pembuat Posko Ratu Angga di Desa Webaghe Sebut Oknum Anggota DPRD SBD Pembuat Gaduh; Jangan jajah kami
Kedatangan pasangan Ratu Angga dan Tim mendapat penghormatan dari masyarakat Desa Webaghe yang ditandai dengan penjemputan dengan proses adat.
Ratu Angga dan Ketua Tim pemenang diselempangi kain adat serta disambut dengan tarian adat.
“Setelah kami habis selempang dan bicara, Pak Angga bicara juga,” ucap Jhon.
Sembari calon Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka sedang orasi, masyarakat pun mengiringi dengan tarian atau ronggeng serta menggelorakan yel-yel orang Sumba, Kabara dan Pakalaka.
Dikesempatan itu, Dappa Bulu kata Jhon melakukan aksi protes dan meminta untuk menghentikan proses peresmian posko pemenangan Ratu Angga tanpa disadari oleh masyarakat yang sedang ronggeng.
Dappa Bulu yang juga anggota DPRD SBD Dapil III dari Partai Gerindra itu mengklaim bahwa lahan tempat didirikan posko Ratu Angga merupakan haknya.
“Pas kami ada ronggeng karena Pak Angga ada omong dan resmikan posko tiba-tiba Dappa Bulu langsung masuk dan meminta hentikan. Terus kami masih sementara ronggeng karena terlalu senang, kami tidak tahu lagi kalau Dappa Bulu ada protes,” ngaku Jhon.
Akhirnya, karena masyarakat ada ronggeng, Dappa Bulu membalikan fakta bahwa dirinya di ancam. Padahal, masyarakat ronggeng, kata Jhon itu karena senang dan gembira dan bukan mengancam atau mengejek pihak manapun.
“Kami sedang ronggeng Dappa Bulu protes. Jadi seolah-olah kami ronggeng karena dia yang melakukan protes padahal karena kami senang. Dan kami ronggeng sebelum dia protes,” tegas Jhon.
Jhon juga menegaskan bahwa tanah tempat didirikan posko Pemenangan Ratu Angga merupakan milik keponakannya dan Leda Dara.
Tinggalkan Balasan