KLARIFIKASI! Pembuat Posko Ratu Angga di Desa Webaghe Sebut Oknum Anggota DPRD SBD Pembuat Gaduh; Jangan jajah kami
Sementara posisi posko dan tanah milik Dappa Bulu disebutnya masih berjauhan. Posko tersebut berada dipersimpangan tepatnya jalan masuk kampung.
“Tanah itu milik ponakan saya dan ada orangtua satu namanya Leda Dara. Bukan milik Dappa Bulu,” tegasnya lagi.
Jhon menuturkan, sejak proses pembuatan posko pemenangan Ratu Angga tidak ada yang melakukan protes atau aksi pembatalan. Posko itu dibuat sejak beberapa minggu lalu.
Selama proses pembuatan ditegaskannya lagi tidak yang melakukan penghalangan. Bahkan, segala bentuk kebutuhan dalam pembuatan posko pemenangan Ratu Angga merupakan hasil swadaya masyarakat Webaghe.
“Karena kami mau kasih rapi sudah itu posko, tetapi kami tidak ada modal dan tidak mau kasih rugi Ibu Ratu, makanya kami jual batang keladi pakai beli paku. Seandainya batang keladi terjual semua mungkin sudah rapi. Kami tidak pernah minta uang seribu di Ratu Angga. Kami benar-benar tulus,” tuturnya.
Kendati membuat gaduh saat proses peresmian posko, Jhon pun menegaskan supaya tidak ada intervensi dari manapun yang memakasa masyarakat untuk memilih.
Jhon menyebut dirinya dan seluruh masyarakat Desa Webaghe memiliki kebebasan untuk memili calon Bupatidam Wakil Bupati.
“Jangan coba-coba ada yang jajah kami. Kami juga punya kebebasan untuk memilih,” ujar Jhon dengan tegas.
Hingga saat ini, Jhon menambahkan, suasana tempat didirikan posko pemenangan Ratu Angga tetap kondusif.
Semua keluarga dan masyarakat Desa Webaghe disebutnya sudah cerdas dan bijak dalam menyikapi segala bentuk persoalan. Termasuk dalam memilih pemimpin.***
Tinggalkan Balasan