Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Korban Pelecehan di Sumba Barat Daya Dan Ibu Kandung Buka Suara: Polisi Diminta Tangkap Pelaku

MM(17) korban pelecehan seksual di Kabupaten Sumba Barat Daya memberanikan diri angkat bicara atas persoalan yang menimpah dirinya.(Dok.Ilustrasi/istimewa)

TIMEXNTT – MM(17) korban pelecehan seksual di Kabupaten Sumba Barat Daya memberanikan diri angkat bicara atas persoalan yang menimpah dirinya.

MM(17) merupakan seorang siswi kelas X di salah satu SMA di Kabupaten Sumba Barat Daya yang disetubuhi oleh AM(16) yang saat ini juga berada dibangku SMA.

MM bercerita, awalnya dirinya mengenal AM sejak kelas IX di salah satu SMP yang beeada di wilayah Kota Tamnolaka. Disaat itu, keduanya mulai menjalin hubungan selayaknya sebagai sepasang kekasih.

Baca Juga  Petani Batal Cairkan Rp135 Juta Karena Tidak Penuhi Kepentingan Dinas Pertanian SBD: Mereka bodohi kami

Seiring berjalannya waktu dalam menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih, MM dan AM mulai membangun komunikasi yang intens. Tak disangka, dalam proses itu, AM mulai meyakinkan MM untuk menaati segala permintaanya.

MM dan AM mulai melakukan hubungan badan selayaknya suami istri sejak berada dibangku kelas IX. Keduanya melakukan hubungan badan secara berulan-ulang.

MM melayani segala bentuk permintaan AM karena AM berjanji bertanggung jawab dalam menikahi MM jika hamil. MM dengan polosnya mengaku pernah melakukan hubungan suami istri bersama AM di salah satu gedung SD.

Baca Juga  Terungkap Kronologi Sementara Soal Mayat Warga Desa Weekura yang Ditemukan di Lahan Kebun: Motif Belum Diketahui

Karena sering melakukan hubungan intim, MM yang merupakan perempuan yang dikenal baik dalam keluarga tidak pernah menyangka kalau ia sudah berbadan dua. MM baru mengetahui dirinya hamil ketika ibu kandungnya mulai melihat perubahan pada tubuhnya sekitar awal bulan September 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

Tutup
error: Content is protected !!