Korban Pelecehan di Sumba Barat Daya Dan Ibu Kandung Buka Suara: Polisi Diminta Tangkap Pelaku
Lebih lanjut, ibu kandung MM menyebut keluarga AM sama sekali tidak mempunyai niat untuk bertanggung jawab terhadap anaknya. Mereka justru menuding MM sebagai perempuan yang tidak baik.
Disaat melakukan pendekatan, dihadapan keluarga AM, ibu kandung korban mengatakan, pada saat itu juga MM berani bersumpah di atas Alquran untuk membuktikan bahwa AM yang telah menghamilinya.
Bahkan, berbagai bentuk pertanyaan yang diarahkan ke MM, kata ibu kandung MM, terkesan menekan dan menakutkan. Saat itu, AM tidak dihadirkan ketika MM ditanya oleh keluarga AM. Disebutnya, hanya MM yang ditanya.
“Mereka(keluarga AM) hanya tanya anak saya tanpa hadirkan AM. Ada pertanyaan yang terkesan menakutkan, anak saya ditanya apakah berani bersumpah? Anak saya mengatakan siap, bahkan diatas alquran. Karena anak saya bilang siap, mereka mulai bilang kalau sumpah sembarang banyak konskuensinya. Anak saya tetap mengatakan tidak takut dan siap terima semua yang terjadi. Karena dia merasa AM betul yang kasih hamil,” tegas ibu kandung MM.
Ibu kandung MM mengaku bahwa dirinya tidak pernah menekan keluarga AM dalam memberi apa pun. Ia hanya meminta supaya AM bertanggung jawab dan menikahi MM supaya status ayah dari bayi yang dikandung oleh MM statusnya juga jelas.
Sayangnya, berbagai bentuk pendekatan yang dilakukan tidak diindahkan oleh keluarga AM, mereka justru meminta supaya menunggu sampai MM melahirkan guna melakukan tes DNA.
Melihat sikap keluarga AM yang terkesan cuek dengan persolan itu, ibu kandung MM telah mengambil langkah hukum. AM resmi dipolisikan sejak Senin 20 Oktober 2025.
1 Komentar
Kalau laki2 tidak tanggung jawab berarti delik pidana nya terpenuhi