Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kuasa Hukum CV Robinson Sebut Bank NTT Tidak Punya Etikat Baik; Deadlocked, lanjut sidang

Padahal, pihak CV Robinson sudah berupaya mencari solusi untuk menyelesaikan akad kredit ekosistem pertanian dalam program tanam jagung panen sapi (TJPS) tahun 2023 di Sumba Barat Daya yang hingga kini belum dibayarkan oleh Bank NTT sebesar Rp 8,2 miliar.(Dokpri Rian Marviriks)

Permintaan untuk berhenti melakukan distribusi Saprodi itu disayangkan oleh CV Robinson lantaran sudah mendistribusikan semua kepada 712 petani.

Bukan hanya itu, Bank NTT pun menyebut  kesisahan dari 712 petani petani yang didistribusikan Saprodi oleh CV Robinson di luar PKS. Padahal, kesepakatan itu terjadi atas permintaan Bank NTT sendiri meskipun disampaikan secara lisan.

Baca Juga  Soal TJPS Hingga Bank NTT Digugat, Dinas Pertanian Provinsi NTT; Kuncinya ada dalam PKS

Selain itu, Bank NTT pun dinilai secara sepihak meminta CV Robinson menghentikan penyaluran dan akad dihentikan untuk sementara waktu dengan alasan menunggu petunjuk lebih lanjut dari Bank NTT pusat. Permintaan itu disampaikan tidak secara tertulis alias lisan.

“Kenapa dia(Bank NTT) minta disetop, karena ada keluhan dari masyarakat, 1 obat namanya Herbesida Sitemik itu disemprot pada rumput yang liar itu nda mati. Padahal prodaknya spesifikasinya sudah sesuai. Atas keluhan 2 desa dari 15 desa kami diminta untuk mengganti semua 2 desa. Akhirnya kami sepakatin bukan hanya 2 desa tetapi semua desa. Kami belikan prodaknya dan distribusikan ulang,” ujar Prof.Henry

Baca Juga  CV Robinson Menang di PN Waikabubak, Bank NTT Dihukum Bayar Rp5 Milliar Buntut Dari Program TJPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!