LUAR BIASA! Akademik Pariwisata Sumba Jadi Kampus Pertama Di NTT Bergelar Sarjana Terapan
STORINTT – Akademik Pariwisata Sumba menjadi satu-satunya kampus di Nusa Tenggara Timur yang bergelar Sarjana Terapan(S.Tr) atau D4. Sementara untuk sarjana bergelar D3 ada di Akademik Pariwisata Kupang.
Tentunya, kehadiran Akademik Parwisata Sumba di Pulau Sumba, khususnya di Sumba Barat Daya ini menjadi sinyal baik bagi tamatan SMA/SMK yang mau melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi di bidang pariwisata.
Untuk diketahui, 201 mahasiswa yang sudah mengikuti matrikulasi selama 3 hari, akan mulai proses perkuliahan dalam minggu ini. Sementara, dosen yang akan mengajar merupakan doses pilihan rata-rata bergelar Strata Dua(S2), bahkan ada yang mendapatkan gelar S2 di Taiwan.
Direktur AKPAR Sumba, Lambertus James Dima mengatakan, kampus yang ia dirikan tersebut berangkat dari kebutuhan-kebutuhan di industri pariwisata yang begitu tinggi.
“Sehingga hadirnya AKPAR Sumba bisa mempertemukan peluang dan kesiapan bagi putra-putri daerah. Dan juga menolak paradigma buruk yang selalu menilai putra-putri daerah dalam dunia pariwisata selalu di nomor duakan. Kita menyiapkan supaya putra-putri daerah Sumba ke depan itu bisa menjadi supervesor, HRD bahkan manager,” kata James, Senin(31/08/2026).
Lebih lanjut, James menyebut regulasi untuk mendirikan Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta tidak semudah seperti pada tahun sebelum-sebelumnya.
Menurutnya, pada tahun sebelumnya, untuk mendirikan sebuah kampus, hanya dibutuhkan rekomendasi dari LLDIKTI. Namun, saat ini, regulasinya sudah sangat ketat.
“Setelah rekemondasi terbit, kita masih melalui beberapa tahap lagi. Tapi Puji Tuhan, setelah SK Menteri keluar, itu sudah paket akreditasi pertama, dan itu berlaku selama 2 tahun, 2 tahun berikut kita harus update lagi untuk ke level akreditasi berikutnya. AKPAR Sumba juga mencatat sejarah di NTT karena menjadi kampus pertama yang bergelar Sarjana Terapan(S.Tr). Di NTT kita hanya punya 2, satu di AKPAR Kupang dengan gelar D3,” kata James.
Sementara itu, soal biaya SPP mahasiswa, James menyebut per semester Rp2.500.000. Namun, SPP tersebut bisa dicicil oleh mahasiswa sebanyak 2 kali. Sedangkan, biaya pembangunan untu tahun pertama dihilangkan.
“Kita juga tidak memberikan beban biaya pembangunan, tapi Akademik Pariwisata Sumba pada tahun pertama kita bebaskan, dan ini juga menjadi sinyal positif bagi anak-anak muda bahwa kampus tidak selalu identik dengan biaya yang mahal karena yang membangun adalah putra daerah, dayang karena keterpanggilan fakta realita SDM yang masih membutuhkan perbaikan atau akselarasi yang sering digaungkan oleh Ibu Bupati,” kata James.***