Masa Tanggap Darurat Gempa Kodi Berakhir, Pemerintah Sumba Barat Daya Masuk Fase Transisi
STORINTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) memutuskan untuk beralih dari status tanggap darurat ke status transisi darurat bencana gempa Kodi.
Keputusan tersebut disampaikan Bupati SBD Ratu Ngadu Bonnu Wulla usai rapat bersama tim komando penanganan bencana, Jumat(16/10/2026).
“Dalam waktu 2 hari lagi, hari Minggu akan berakhir masa tanggap darurat bencana. Sehingga dalam 14 hari ke depan kita harus mengambil langkah selanjutnya karena masih banyak PR terkait masyarakat korban rumah rusak,” kata Bupati Ratu Wulla.
Pada masa transisi yang dimulai Senin mendatang, Pemerintah Sumba Barat Daya akan fokus pada dua hal. Pertama, memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan bantuan makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya.
Kedua, tim akan terus bekerja melakukan verifikasi dan validasi (verval) data rumah warga yang mengalami kerusakan.
Bupati Ratu Wulla menjelaskan, hingga hari ini masih banyak data kerusakan rumah warga yang belum masuk. Oleh karena itu, tim di lapangan akan terus melakukan verifikasi dan validasi secara by name by address.
Verifikasi tersebut untuk memilah kategori kerusakan rumah warga, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.
“Sampai hari ini masih banyak data yang belum masuk. Tim akan melakukan verifikasi terkait rumah-rumah masyarakat terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat,” jelasnya.
Bupati Ratu Wulla menjelaskan, untuk rumah dengan tingkat kerusakan di bawah 20 persen akan diselesaikan oleh pemerintah daerah.
Sementara untuk rumah rusak ringan, sedang, dan berat, semua datanya akan dikirim ke BNPB. BNPB telah menyiapkan bantuan khusus untuk penanganan pascabencana bagi rumah masyarakat yang mengalami kerusakan.
“Sedangkan yang rusak ringan, sedang, berat semua datanya akan kami kirim ke BNPB, karena BNPB juga sudah ada bantuan khusus untuk penanganan pascabencana,” jelasnya.
Disisi lain, Bupati Ratu Wulla juga menanggapi isu di media sosial yang menyebut Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya belum bergerak menangani gempa Kodi.
“Saya harus tegaskan kepada seluruh masyarakat, pemerintah langsung turun ke lokasi. Bahkan saya sendiri sebagai bupati, ketika itu masih beribadah di gereja, setelah pulang gereja langsung turun ke lokasi melihat langsung kondisi masyarakat terdampak,” tegas Bupati Ratu Wulla.
Bupati Ratu Wulla menyebut pada hari pertama ia langsung memerintahkan BPBD untuk menyalurkan bantuan.
Pada hari kedua, Senin, ia kembali turun bersama tim dari BNPB untuk menyalurkan bantuan terpal, makanan, dan air bersih kepada masyarakat yang mengungsi secara mandiri.
Untuk itu, Bupati Ratu Wulla meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan yang menyebut pemerintah tidak peduli.
“Saya harap masyarakat tidak terprovokasi dengan pemberitaan bahwa pemerintah tidak peduli atau memperlambat bantuan,” ujarnya.
Bupati Ratu Wulla juga membuka pintu lebar bagi warga yang belum mendapatkan bantuan.
“Rumah jabatan terbuka, rumah pribadi terbuka. Silakan masyarakat sampaikan langsung kepada saya atau kepada kepala desa, asalkan memang benar-benar masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Bupati Ratu Wulla mengimbau masyarakat agar tetap tenang jika terjadi gempa susulan.
“Kalau ada gempa jangan panik, tenang sejenak sambil mengamati situasi. Jaga komunikasi bersama pemerintah daerah sehingga pemerintah bisa hadir terus membantu masyarakat,” tutupnya.***