Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Masih Ingat Karyawan yang Ditemukan Meninggal Dunia di Gudang? Keluarga Ngaku Dipaksa Tanda Tangan Surat

Namun demikian, di bulan Agustus ini, keluarga Yulius kembali angkat bicara tentang surat penolakan autopsi. (Dok.Istimewa)

Bagaimana tidak, isi surat tersebut berisi penolakan autopsi terhadapa Yulius. Keluarga mengaku baru mengetahui isi surat setelah pemakaman.

“Pas malamnya kami dengan keluarga sudah habis makan, kira-kira sekitar jam 1 malam, salah satu oknum anggota polisi bersama oknum aparat desa datang. Saya sementara di dalam rumah. Lalu saya dipanggil untuk tanda tangan surat itu ditempel materai 10 ribu. Karena saya tidak bisa menulis tidak bisa membaca disertai dengan kejadian begini saya langsung tanda tangan. Mereka tidak bacakan surat itu. Anak saya juga ada, tapi tidak baca lagi apa isi surat itu langsung tanda tangan. Setelah itu baru saya tahu kalau surat itu isinya tolak autopsi,” ungkapnya dikutip dari nttkreatif.com, Selasa(20/08/2024).

Baca Juga  KLARIFIKASI! Pembuat Posko Ratu Angga di Desa Webaghe Sebut Oknum Anggota DPRD SBD Pembuat Gaduh; Jangan jajah kami

Hal yang sama pun disampaikan sang kakak, Lukas Kadi Baga. Ia mengakui kalau ia juga turut menandatangi surat tersebut tanpa membaca isi surat tersebut.

Baca Juga  Wisatawan Kecewa, Padahal Air Terjun Pabeti Lakera Sudah Bersertifikat Kepemilikan

Dirinya melanjutkan selain kejanggalan soal surat, kematian sang adik Yulius pun ungkapnya perlu didalami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!