Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Masyarakat Sumba Barat Daya Keluhkan Asap Hitam di Pabrik Porang, Begini Respon Pemerintah

Rian Marviriks Storintt.id
Kendati demikian, kehadiran pabrik porang tersebut juga diapresiasi karena telah memperkerjakan warga lokal. Namun, mereka meminta supaya pembuangan limbah(asap hitam) dapat diperhatikan, sehingga tidak mengganggu kenyamanan bersama.

Warga itu mengaku belum bertemu secara lamgsung pemilik pabrik untuk menyampaikan keluhannya. Namun, kata dia, beberapa warga lain sudah bertemu pemilik pabrik dalam mengeluhkan polusi udara karena asap hitam, termasuk suara bising mesin pabrik yang beroperasi pada malam hari.

Meski sudah beberapa warga yang menyampaikan keluhan, belum ada tindakan pihak pabrik dalam menyikapi hal tersebut.

“Dan juga posisi dari pabrik ini apakah layak berada di dalam perkampungan dan berdampingan dengan masyarakat atau tidak? Dan apakah asap dan debuh dari pabrik ini ada bahan kimianya atau tidak ? Dampak untuk masyarakat nya bagus atau tidak? Saya jujur penasaran. Saya jujur habis cuci piring harus kasih masuk dalam kak, karena debuh,” katanya lagi dengan penuh tanya.

Baca Juga  Camat Wewewa Barat Sebut Inspektorat Turun Sembunyi-Sembunyi Melakukan Pemeriksaan Dana Desa, Ada Apa?

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Gerson Dua Ate, mengatakan bahwa perusahan pabrik porang itu sudah memiliki ijin operasional secara lengkap.

Baca Juga  Peringati bulan Bung Karno di SBD NTT, DPP PDI Perjuangan Janji Perjuangkan Beasiswa Untuk 5000 Siswa di Pulau Sumba

Menurutnya, pada saat pihak pabrik mengajukan ijin, belum ada rumah-rumah warga yang berada dilokasi pembangunan, sehingga pemerintah mengeluarkan ijin. Namun, ia mengakui, bahwa kondisi sekarang, pembangunan rumah warga disekitar pabrik sudah mulai padat.

Tutup
error: Content is protected !!