Menjala Sejahtera: Catatan Progres Sektor Perikanan Pemerintah Sumba Barat Daya
STORINTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya di bawah kendali Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka semakin melejit dalam menunjukan komitmen mereka untuk membangun daerah ini dari berbagai sektor, meski berhadapan dengan efisiensi anggaran miliaran rupiah di daerah ini.
Sejak mereka dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada bulan Februari 2025, sejumlah capaian sudah dirasakan oleh masyarakat melalui program-program pemberdayaan diberbagai sektor.
Menarikanya lagi, ketika Ratu Angga dipercayakan memimpin daerah ini, sejumlah sektor mulai “dihidupkan” dan dipaksa untuk berinovasi dan berkreasi guna memastikan pelayanan yang berpihak kepada kepentingan dan kebutuhan masyarakat Sumba Barat Daya meski dalam kondisi efisiensi anggaran.
Salah satunya pada sektor perikanan. Dinas yang dikendalikan oleh Herry Bora saat ini juga tidak mau tertinggal dalam mendukung berbagai program atau janji-janji politik Ratu Angga selama masa kampanye.
Sejak ia dilantik, sejumlah progres Dinas Perikanan pun mulai dirasakan dampaknya oleh ratusan kelompok. Berbagai langkah dipacuh dalam dalam menjemput berbagai program prioritas nasional. Ia bahkan berkomitmen dalam memberdayakan kelompok yang selama ini tidak tersentuh, padahal memiliki potensi untuk mendongkrak angka kemiskinan.
Apalagi, Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan daerah yang memiliki potensi Sumber Daya Alam(SDA) yang sangat besar. Salah satu sektor strategis yang menjadi kekuatan pembangunan daerah adalah sektor kelautan dan perikanan.
Dengan wilayah pesisir dan sumber daya perairan yang dimiliki, sektor perikanan bukan hanya menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat, tetapi juga merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, serta mengentaskan kemiskinan.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Perikanan pelaksana teknis yang dikendalikan oleh Herry Bora terus memberikan perhatian terhadap pembangunan sektor perikanan, baik melalui perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, pengembangan Sumber Daya Manusia(SDM), maupun pengelolaan sumber daya kelautan dan pesisir secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam kurun waktu tahun 2024 sampai dengan tahun 2026, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perikanan juga telah memfasilitasi 58 putra-putri daerah untuk memperoleh beasiswa penuh pada sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tersebar di berbagai satuan pendidikan KKP.
Sementara itu, pada tahun 2025, capaian pembangunan sektor perikanan Kabupaten Sumba Barat Daya juga menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi. Bagaimana tidak, produksi perikanan tangkap mencapai 2.013 ton, produksi ikan air tawar mencapai 35,57 ton, produksi rumput laut mencapai 804,91 ton, dan produksi garam mencapai 623,7 ton.
Sedangkan pada tahun 2026, Balai Benih Ikan Waikelo Sawah telah menghasilkan produksi benih ikan sebanyak 20.000 ekor. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga terus berupaya menghubungkan program pembangunan daerah dengan program prioritas nasional di bidang kelautan dan perikanan.
Program Prioritas Nasional sektor Perikanan yang tersebar di Kabupaten Sumba Barat Daya yaitu Lautra atau Lautan Sejahtera telah tersebar di lima desa pesisir, yaitu Desa Pero Konda, Maliti Bondo Ate, Rada Mata, Karuni, dan Lete Konda, dengan total bantuan sebesar Rp1.381.458.000.

Pemerintah Sumba Barat Daya juga memperoleh alokasi pengembangan Program Kampung Nelayan Merah Putih atau KNMP pada Tahun 2026, serta mengusulkan 14 kelompok dalam Program Budidaya Tematik Ikan Air Tawar.
Di samping itu, kegiatan pengelolaan kawasan konservasi di zona Taman Nasional Perairan Laut Sawu di Desa Lete Konda menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya kelautan dengan kelestarian lingkungan.
Pembangunan sektor perikanan juga harus memiliki keterkaitan yang erat dengan pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas generasi penerus.
Oleh karena itu, pada Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya bersama Kelompok Pengolah dan Pemasar atau Poklashar melaksanakan kegiatan diversifikasi olahan ikan berupa abon ikan tuna untuk diberikan kepada balita yang terdampak stunting di desa pilot project, yaitu Desa Rada Mata, Wainyapu, Kadaghu Tana, dan Buru Deilo.
Program ini menunjukkan bahwa pembangunan sektor perikanan memiliki dimensi yang luas. Ikan bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga merupakan sumber pangan bergizi yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita.
Sejalan dengan upaya tersebut, pada Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga memberikan perhatian terhadap usulan Musrenbang Tahun 2025 dalam rangka mendukung pencegahan kemiskinan ekstrem melalui paket pengembangan budidaya ikan air tawar di Desa Mata Pyau, Kalembu Kanaika, Weri Lolo, Bondo Kodi, Manu Toghi, Wailangira, dan Wainyapu.
Berdasarkan data yang diperoleh storintt.id, per 03 Agustus 2026, Dinas Perikanan Sumba Barat Daya tercatat telah mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum(DAU) Rp650.962.560 untuk kegiatan pemberdayaan terhadap 89 kelompok.

Diantaranya, 57 kelompok nelayan atau Kelompok Usaha Bersama(KUB), penerima mesin ketinting dan pukat. 29 kelompok budidaya ikan penerima kolam terpal, ikan lele, nila, alat pendukung pelatihan, bahan praktek, pakan ikan BBI, dan 3 kelompok pengolah hasil dan pemasaran ikan penerima bantuan bahan abon ikan.
Bukan hanya sekedar menyalurkan bantuan, khusus untuk kelompok pengolah hasil dan pemasaran ikan dan budidaya ikan, Dinas Perikanan Sumba Barat Daya juga rutin melakukan pendampingan terhadap kelompok.
Untuk kelompok pengolah hasil dan pemasaran ikan, Dinas Perikanan Sumba Barat Daya menggandeng sejumlah pihak dalam melakukan pelayanan pendampingan dan pelatihan dalam memproduksi bakso ikan, abon, stick dan kerupuk ikan.
“Sekarang kita lagi pacu di semua lini, tentunya dari sisi budidaya ini juga yang cukup potensial. Sedangkan pengolah hasil ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menekan angka stunting,” kata Herry kala itu.
Saat ini, mereka fokus pada produksi stick. Kemudian, untuk kelompok budidaya ikan, pendampingan juga rutin dilakukan, bahkan pemerintah membantu memfasilitasi dalam hal pemasaran.
Dengan demikian, dampak dari program pemberdayaan tersebut tentunya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga para anggota kelompok.
“Tentunya kita terus mendorong supaya pemberdayaan berkelanjutan tetap dilakukan. Dan juga kita sedang mendorong supaya para nelayan bisa mendapatkan hak-hak mereka seperti bantuan BBM Subsidi, asuransi perlindungan. Dan untuk kelompok Poklahsar dan Pokdakan kita berharap supaya menjadi kelompok yang mandiri,” kata Herry, Selasa(03/08/2026).

Disisi lain, pada tahun 2025, Dinas Perikanan Sumba Barat Daya juga telah menghabiskaan anggaran Rp763.810.000 untuk program pemberdayaan terhadap 71 Kelompok Usaha Bersama (KUB)/Nelayan, 5 Poklashar dan 9 Pokdakan.
Dengan demikian, hingga pada tahun 2026, terdapat 328 kelompok yang menjadi sasaran Dinas Perikanan Sumba Barat Daya, yakni 32 Poklashar, 132 pokdakan, 140 KUB/Nelayan, 2 Kelompok Usaha Gara (KUGAR) dan 26 Kelompok Budidaya Rumput Laut.
Dalam kurun waktu tahun 2024 sampai dengan Tahun 2026, berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya di bidang perikanan tangkap telah dilaksanakan. Program tersebut antara lain berupa pemberian bantuan kapal 1 GT, mesin ketinting 6,5 PK, gillnet monofilament, dan gillnet multifilament kepada 124 Kelompok Usaha Bersama atau KUB.
Program tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan Pemerintah Daerah kepada masyarakat nelayan agar dapat meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas penangkapan ikan, pendapatan keluarga, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Selain itu, sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga melaksanakan program di bidang perikanan tangkap melalui pemberian bantuan berupa mesin Enduro 15 PK, mesin ketinting 5,5 PK, 6,5 PK dan 9 PK, serta gillnet monofilament dan multifilament kepada 117 Kelompok Usaha Bersama.
Meski belum semuanya tersentuh dikarenakan kekurangan anggaran, Dinas Perikanan Sumba Barat Daya berkomitmen di tahun anggaran mendatang akan berupaya menyalurkan bantuan pemberdayaan.***