Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Paket Rakyat Menggugat, MK Sebut Persoalan di Desa Weri Lolo Tidak Ada Bukti

Enny juga mempertanyakan bukti tujuh kecamatan yang dipersoalkan oleh kuasa hukum Paket Rakyat tentang dugaan ketidak netralan camat dalam proses perhelatan Pilkada Sumba Barat Daya.

TIMEXNTT – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Fransiskus Marthin Adilalo – Jeremia Tanggu menggugat hasil Pilkada Sumba Barat Daya di Mahkamah Konstitusi.

Mereka mengajukan permohonan pembatalan Keputusan KPU Sumba Barat Daya Nomor 475 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2024 tanggal 5 Desember 2024.

Salah satu persoalan yang diangkat dalam Sidang Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 177/PHPU.BUP-XXIII/2025 adalah tentang dugaan intimidasi yang dilakukan oleh KPPS di TPS 01 Desa Werilolo, Kecamatan Wewewa Selatan.

Baca Juga  Mantan Ketua Bawaslu SBD; Seharusnya yang digugat ke MK itu hasil perolehan suara

Kuasa hukum Paket Rakyat, Ramelan menyebut terdapat dugaan intimidasi dari Ketua KPPS TPS 01 Desa Weri Lolo terhadap saksi Paket Rakyat.

Saat itu, kata Ramelan, ketua KPPS meminta saksi yang hadir untuk tidak membawa ponsel ke TPS. Jika ditemukan saksi yang tidak mentaatinya, maka akan dikeluarkan dari dalam TPS.

Baca Juga  Paket Ratu Angga Unggul 8005 Suara, Saksi Paket Aman; Data yang kami pegang sama

“Saksi mandat melakukan keberatan, namun tidak diindahkan. Bahkan Ketua KPPS menyeru ‘Jangan intervensi kami, jika tidak terima silakan keluar’ dan memerintahkan kepada pihak keamanan, linmas untuk menarik saksi mandat keluar,” ujar Ramelan dalam sidang pemeriksaan pendahuluan, Selasa(14/01/2024).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!