Pembangunan KDMP di Desa Kalembu Kaha Gunakan Pasir Laut Dari Kodi
DISCLAIMER: Pasiter Kodim 1629 SBD, Andreas Tahik yang disebut punya tanggung jawab pengawasan dalam kegiatan ini belum memberi tanggapan apa pun ketika dikonfirmasi media ini sejak pagi tadi
STORINTT – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih(KDMP) di Desa Kalembu Kaha, Kecamatan Kota Tambolaka menggunakan pasir laut.
Pasir laut itu disebut diambil di wilayah Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Padahal, di wilayah itu, pemerintah belum mengeluarkan ijin untuk penambangan pasir laut.
Hal di atas disampaikan oleh sumber terpercaya yang namanya enggan diberitakan ketika ditemui di lokasi pembangunan KDMP, Rabu(04/02/2026).
Untuk diketahui, di Kabupaten Sumba Barat Daya ada 96 titik pembangunan KDMP yang diusulkan ke Pemerintah Pusat. Namun yang terealisasi dan sedang dikerjakan ada 45 titik yang menyebar di 11 kecamatan.
Pantauan storintt.id, proses pembangunan KDMP di Desa Kalembu Kaha sedang dilangsungkan. Saat ini, sudah sampai pada tahap cor balok beton yang dipasang di bawah dinding bangunan, tepatnya di atas pondasi.
Sayangnya, disekitar lokasi pembangunan, tidak terlihat papan informasi penggunaan anggaran. Disekitar lokasi itu juga terdapat tumpukan material bangunan, seperti pasir laut. Tak ada yang mengetahui jumlah anggaran yang digunakan dalam kegiatan itu.
Menurut sumber itu, sejak proses pembangunan, bahan material jenis pasir laut yang digunakan. Hingga saat ini, kurang lebih sudah habiskan 5 ret.
“Biasanya diturunkan pagi hari sekitar jam 10 atau tidak menentu. Ini yang ada sekarang, kurang lebih ada 3 ret. Ambilnya di kodi,” kata sumber terpercaya itu.
Hasil penelusuran lainnya, penggunaan pasir laut juga ditemukan di salah satu desa lainnya yang berada di Kecamatan Kodi Utara. Namun, belum diketahui tempat pengambilan pasir laut tersebut yang digunakan untuk pembangunan KDMP.
Hal serupa lainnya, juga tidak ditemukan papan informasi yang menerangkan jumlah penggunaan anggaran.
“Kami tidak tahu ambilnya di mana,” kata sumber terpercaya lainnya di desa itu.
Sebagai informasi tambahan, wartawan storintt.id sudah berupaya konfirmasi kepada pihak Kodim 1629 SBD melalui Pasiter Andreas Tahik yang disebut bertanggung jawab dalam pengawasan kegiatan ini dengan mengirim pesan whatshap dan gambar hasil pantauan di lapangan.
Bahkan, wartawan media ini juga sudah berupaya menelefon yang bersangkutan. Sayangnya, telefon yang dilakukan via whatshap tersebut berdering(tanda panggilan masuk-red) tetapi tidak dijawab.***