Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pembina YAPPI Kudeta Samsi Pua Gholo Sebagai Ketua; Saya akan ambil langkah hukum

Kegaduhan di halaman aula Hotel Sinar Tambolaka itu dipicu dengan ketidakpuasan pihak Samsi Pua Gholo. Mereka menilai musawarah itu ilegal. Bahkan pergantian itu disebut pula ada unsur dinasti. (Dokpri Rian Marviriks)

“Itu tidak ada stempel Yayasan. Lalu yang tanda tangan itu orang yang tidak kompeten karena tidak masuk dalam struktur yang ada. Dan anehnya lagi musawara itu dilakukan disaat saya berada di luar daerah. Dan juga tidak pernah ada peringatan terkait dengan persoalan itu,” kata Samsi dengan tegas.

Samsi pun menanyakan letak kesalahannya sehingga terjadi kudeta terhadap dirinya. Pasalnya, diakuinya bahwa apa yang dilakukan selama kepemimpinannya tidak melanggar aturan yang ada.

Baca Juga  Begini Respon Wakil Bupati SBD Ketika DPP PDI Perjuangan Memberi Bantuan Sepeda Motor Perpustakaan Keliling

Menurutnya, pemberhentian terhadap kepala sekolah dan guru-guru sudah melalui mekanisme yang berlaku. Hal itu dibuktikannya dengan membentuk pansel dalam mengevaluasi kinerja kepala sekolah maupun guru-guru.

Dengan demikian, hasil pansel itu yang dijadikan dirinya untuk memberhentikan kepala sekolah dan guru-guru.

Baca Juga  DPRD SBD Mendukung Komitmen Pemda Untuk Audit Dana Desa Hingga Soroti BUMDes yang 'Mati Suri'

“Lalu saya salah apa? Hanya karena pergantian kepala sekolah yang dilihat iya bagaimana sedang pergantian itu sesuai dengan hasil pansel. Hasil panselnya ada kok? Toh hasil pansel memungkinkan untuk dilakukan pergantian itu. Alasan itu yang dipakai,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!