Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pemerintah Desa di Kecamatan Loura Diminta Pastikan Akurasi Data Stunting, Bukan Sekedar Administratif

Kegiatan pramusrembang ini dinilai sebagai bagian terpenting dalam rangkaian proses perencanaan pembangunan daerah. Termasuk perencanaan penggunaan dana desa.

Menurutnya, stunting bukan sekedar persoalan kesehatan, tetapi masalah multidimensi yang berkaitan dengan pendidikan, sanitasi, ekonomi, keluarga, pola asuh, bahkan budaya.

“Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki perkembangan kognitif yang terhambat, produktivitas rendah, serta peluang kontribusi ekonomi yang menurun ketika dewasa,” tambahnya.

Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasu, lintas sektor dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah hingga unit terkecil di tingkat desa.

Baca Juga  Ratu Wulla Tegaskan Musdus Wajib Dilakukan dan Melibatkan Masyarakat; Tidak ada lagi laporan fiktif

Untuk itu, ia menegaskan kembali bahwa pemerintah daerah telah menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas strategis.

Namun keberhasilan program ini tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh dari seluruh masyarakat, khususnya para tenaga lapangan, seperti kader posyandu, KPM Desa, bidan, tenaga gizi, serta perangkat desa setiap hari kerja langsung dengan keluarga berisiko.

Baca Juga  9 Sekolah di Sumba Barat Daya Mendapat Bantuan Alat Musik Tradisional

“Kepada saudara-saudara semua, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian tanpa letih demi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.

Melalui forum ini, dirinya menyampaikan beberapa penekanan sebagai arah kebijakan, yakni, penguatan akurasi data stunting, artinya data yang tepat akan menghasilkan intervensi yang tepat pula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!