Pemerintah Desa di Kecamatan Loura Diminta Pastikan Akurasi Data Stunting, Bukan Sekedar Administratif
Sebab, kata dia, persoalan stunting ini menyangkut masa depan generasi Sumba Barat Daya.
Menurutnya, stunting bukan sekedar persoalan kesehatan, tetapi masalah multidimensi yang berkaitan dengan pendidikan, sanitasi, ekonomi, keluarga, pola asuh, bahkan budaya.
“Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki perkembangan kognitif yang terhambat, produktivitas rendah, serta peluang kontribusi ekonomi yang menurun ketika dewasa,” tambahnya.
Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasu, lintas sektor dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah hingga unit terkecil di tingkat desa.
Untuk itu, ia menegaskan kembali bahwa pemerintah daerah telah menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas strategis.
Namun keberhasilan program ini tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh dari seluruh masyarakat, khususnya para tenaga lapangan, seperti kader posyandu, KPM Desa, bidan, tenaga gizi, serta perangkat desa setiap hari kerja langsung dengan keluarga berisiko.
Tinggalkan Balasan