Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pemerintah Desa di Kecamatan Loura Diminta Pastikan Akurasi Data Stunting, Bukan Sekedar Administratif

Kegiatan pramusrembang ini dinilai sebagai bagian terpenting dalam rangkaian proses perencanaan pembangunan daerah. Termasuk perencanaan penggunaan dana desa.

Sebab, kata dia, persoalan stunting ini menyangkut masa depan generasi Sumba Barat Daya.

Menurutnya, stunting bukan sekedar persoalan kesehatan, tetapi masalah multidimensi yang berkaitan dengan pendidikan, sanitasi, ekonomi, keluarga, pola asuh, bahkan budaya.

“Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki perkembangan kognitif yang terhambat, produktivitas rendah, serta peluang kontribusi ekonomi yang menurun ketika dewasa,” tambahnya.

Baca Juga  Ratu Wulla Launcing PKG di Puskesmas Waimangura, 4 Puskesmas Belum Konek Dengan Data SATUSEHAT Kemenkes

Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasu, lintas sektor dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah hingga unit terkecil di tingkat desa.

Untuk itu, ia menegaskan kembali bahwa pemerintah daerah telah menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas strategis.

Baca Juga  Warning! Begini Hasil Pertemuan DPRD dan Bupati Sumba Barat Daya Soal Kepala Desa Yang Bandel

Namun keberhasilan program ini tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh dari seluruh masyarakat, khususnya para tenaga lapangan, seperti kader posyandu, KPM Desa, bidan, tenaga gizi, serta perangkat desa setiap hari kerja langsung dengan keluarga berisiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!