Pemerintah Desa di Kecamatan Loura Diminta Pastikan Akurasi Data Stunting, Bukan Sekedar Administratif
Kemudian, peningkatan komunikasi perubahan perilaku. Edukasi kepada masyarakat harus masif, terarah, dan berkelanjutan, karena perubahan perilaku adalah kunci utama keberhasilan.
“Kecamatan loura memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam percepatan penurunan stunting di sumba barat daya. Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, lembaga keagamaan, dan seluruh mitra pembangunan, saya yakin kita mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,” kata Enos penuh yakin.
Dikesempatan itu, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan forum pramusrenbang tematik stunting ini sebagai wadah dialog terbuka, wadah evaluasi, dan wadah komitmen bersama demi masa depan anak-anak Sumba Barat Daya, NTT.
Ia juga berharap supaya melangkah dengan satu tujuan dalam membangun Sumba Barat Daya yang lebih maju dan lebih manusiawi, dimulai dari pastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam kondisi stunting.
“Tentunya, mari kita bergandengan tangan bersama, bersinergi secara positif mulai dari tingkat desa, stakeholder hingga pemerintah kabupaten untuk memujudkan sumba barat daya hebat yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan dan berbudaya, menyongsong indonesia emas 2045,” pintahnya.***
Tinggalkan Balasan