Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pemerintah Desa di Kecamatan Loura Diminta Pastikan Akurasi Data Stunting, Bukan Sekedar Administratif

Kegiatan pramusrembang ini dinilai sebagai bagian terpenting dalam rangkaian proses perencanaan pembangunan daerah. Termasuk perencanaan penggunaan dana desa.

Kemudian, peningkatan komunikasi perubahan perilaku. Edukasi kepada masyarakat harus masif, terarah, dan berkelanjutan, karena perubahan perilaku adalah kunci utama keberhasilan.

“Kecamatan loura memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam percepatan penurunan stunting di sumba barat daya. Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, lembaga keagamaan, dan seluruh mitra pembangunan, saya yakin kita mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,” kata Enos penuh yakin.

Baca Juga  Dinas Pendidikan SBD Tancap Gas Lobi Anggaran di Pusat: Di NTT Hanya SDK Marsudirini yang Dapat Bantuan Revitalisasi Gedung Sekolah

Dikesempatan itu, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan forum pramusrenbang tematik stunting ini sebagai wadah dialog terbuka, wadah evaluasi, dan wadah komitmen bersama demi masa depan anak-anak Sumba Barat Daya, NTT.

Ia juga berharap supaya melangkah dengan satu tujuan dalam membangun Sumba Barat Daya yang lebih maju dan lebih manusiawi, dimulai dari pastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam kondisi stunting.

Baca Juga  MIRIS! Ratusan Siswa SBD Keracunan Menu MBG, Karyawan Dapur SPPG: Yang Keracunan itu Karena Orang Penyakit Memang

“Tentunya, mari kita bergandengan tangan bersama, bersinergi secara positif mulai dari tingkat desa, stakeholder hingga pemerintah kabupaten untuk memujudkan sumba barat daya hebat yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan dan berbudaya, menyongsong indonesia emas 2045,” pintahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!