Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pemerintah SBD Sudah Berkali-Kali Meminta Diskresi Penambangan Pasir Laut di Gubernur NTT

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) sudah berkali-kali meminta Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena untuk mengeluarkan diskresi penambangan pasir laut untuk kebutuhan jangka pendek.(Dokpri Rian Marviriks)

Sementara untuk jangka panjang, Pemerintah SBD sudah berkomunikasi dengan pihak swasta untuk menyuplai pasir dari Kabupaten Ngada.

Bahkan, pemerintah dan DPRD bersama pengusaha tersebut sudah melakukan survei di Pelabuhan Waikelo.

Menurut Bupati Ratu, pemerintah juga telah meminta pihak swasta yang hendak menyuply pasir dari Kabupaten Ngada untuk membangun yang dijadikan sebagai tempat bersandarnya kapal tongkang.

“Bahkan kami juga sudah minta pengusahanya untuk segera mungkin karena keterbatasan anggaran untuk membangun dermaga, beliau sanggupi,” sebut Bupati Ratu Wulla.

Baca Juga  82 Siswa SBD Diduga Keracunan Menu MBG, Dinkes Janji Hasil Uji LAB Akan Disampaikan Secara Terbuka

Lebih lanjut, Bupati Ratu Wulla menuturkan, pemerintah juga sedang membicarakan harga supaya nantinya tidak memberatkan masyarakat, termasuk kualitas pasir yang akan didistribusikan.

“Kita sedang bicara bagaimana harga agar tidak memberatkan kepada masyarakat, kita lagi hitung bagaimana pengiriman dari Ngada ke sini, berapa harga per ret, agar pasir yang kita distribusikan kepada masyarakat adalah pasir yang berkualitas, ini kita sudah pikirkan semua. Ini dalam proses, sehingga memang butuh kesabaran dan kami akan lakukan upaya terus bagaimana jangka pendek ini bisa berhasil dan jangka pendek ini hanya 6 bulan tidak bisa lama-lama. Dan kami sedang menjajaki, tidak bisa kita lakukan hari ini langsung jadi, semua butuh proses,” tambahnya.***

Baca Juga  Bupati Ratu Wulla: Pesta Adat Merupakan Bagian Penting Dari Identitas dan Kebanggaan Masyarakat Sumba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!