Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pemerintah SBD Sudah Berkali-Kali Meminta Diskresi Penambangan Pasir Laut di Gubernur NTT

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) sudah berkali-kali meminta Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena untuk mengeluarkan diskresi penambangan pasir laut untuk kebutuhan jangka pendek.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) sudah berkali-kali meminta Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena untuk mengeluarkan diskresi penambangan pasir laut untuk kebutuhan jangka pendek.

Sayangnya, dengan berbagai upaya itu, hingga saat ini Gubernur NTT belum mengeluarkan diskresi tersebut.

“Kami sudah berupaya berkali-kali meminta kepada Gubernur bahkan kemrain Sekda baru Vicom kembali lagi untuk bisa memberikan diskresi agar ada satu titik di Pantai Marapu kita bisa mengambil pasir, itu langkah yang kami ambil. Per hari ini, diskresinya belum ada,” kata Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla, Rabu(10/09/2025) ketika menerima massa aksi.

Bupati Ratu Wulla mengatakan, Pemerintah Sumba Barat Daya tidak mengijinkan pengambilan pasir laut karena daerah ini tidak memiliki tambang pasir. Dengan demikian harus meminta diskresi dari Pemerintah Provinsi.

Baca Juga  Luar Biasa, Pemerintah SBD Alokasikan Rp4,2 Miliar Untuk Beasiswa: Ada 23 Mahasiswa Kedokteran

“Daerah kita ini belum ada daerah tambang untuk diketahui adik-adik kita berurusan dengan aturan juga. Kalau saya, saya bukan berkedok alasan dengan regulasi, kalau menjadi kewenangan saya adik, hari ini juga saya ambil keputusan, tapi sayangnnya saya dibatasi dengan kewenangan,” katanya lagi.

Sementara untuk jangka panjang, Pemerintah SBD sudah berkomunikasi dengan pihak swasta untuk menyuplai pasir dari Kabupaten Ngada.

Bahkan, pemerintah dan DPRD bersama pengusaha tersebut sudah melakukan survei di Pelabuhan Waikelo.

Menurut Bupati Ratu, pemerintah juga telah meminta pihak swasta yang hendak menyuply pasir dari Kabupaten Ngada untuk membangun yang dijadikan sebagai tempat bersandarnya kapal tongkang.

“Bahkan kami juga sudah minta pengusahanya untuk segera mungkin karena keterbatasan anggaran untuk membangun dermaga, beliau sanggupi,” sebut Bupati Ratu Wulla.

Baca Juga  Kadis Peternakan SBD Sebut Ada 20 Kelompok yang Akan Menerima Bantuan Ayam Petelur

Lebih lanjut, Bupati Ratu Wulla menuturkan, pemerintah juga sedang membicarakan harga supaya nantinya tidak memberatkan masyarakat, termasuk kualitas pasir yang akan didistribusikan.

“Kita sedang bicara bagaimana harga agar tidak memberatkan kepada masyarakat, kita lagi hitung bagaimana pengiriman dari Ngada ke sini, berapa harga per ret, agar pasir yang kita distribusikan kepada masyarakat adalah pasir yang berkualitas, ini kita sudah pikirkan semua. Ini dalam proses, sehingga memang butuh kesabaran dan kami akan lakukan upaya terus bagaimana jangka pendek ini bisa berhasil dan jangka pendek ini hanya 6 bulan tidak bisa lama-lama. Dan kami sedang menjajaki, tidak bisa kita lakukan hari ini langsung jadi, semua butuh proses,” tambahnya.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!