Pemerintah Sumba Barat Daya Berkomitmen Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkelanjutan
STORINTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus berkomitmen dalam mendorong untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui penguatan sektor pertanian, peternakan, perikanan pariwisata, koperasi, UMKM, perdagangan dan perindustrian sebagai sektor yang dinilai menjadi unggulan di daerah ini.
Pada sektor pertanian, sinergi pendanaan APBN dan APBD telah menghadirkan berbagai program strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Pada tahun 2026, pemerintah menyalurkan berbagai alat dan mesin pertanian, antara lain 11 unit hand traktor, 19 unit mesin penggilingan padi, 18 unit mesin penggilingan jagung, 8 unit combine mini harvester, dan 4 unit pompa air.
“Dukungan Pemerintah Pusat juga diwujudkan melalui bantuan 25 unit traktor roda empat, disertai penyaluran 82,5 ton benih jagung, 150 ton kedelai, dan padi kepada masyarakat,” kata Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla.
Pemerintah Sumba Barat Daya juga terus memperkuat infrastruktur 54 unit irigasi pertanian melalui pembangunan perpompaan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier untuk meningkatkan indeks pertanaman.
Berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif, ditandai dengan meningkatnya luas tanam dan luas panen, kenaikan produktivitas padi dari 3,09 ton menjadi 3,62 ton per hektare, serta produksi beras januari hingga juli 2026 yang mencapai lebih dari 25 ribu ton.
Pada subsektor hortikultura dan perkebunan, pemerintah terus mendorong diversifikasi komoditas bernilai ekonomi melalui bantuan budidaya sayuran dan buah, serta program perluasan dan peremajaan jambu mete dan kakao yang melibatkan ribuan petani.
“Program tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting,” tambahnya.
Selain itu, disektor peternakan pemerintah terus memperkuat ekonomi masyarakat melalui bantuan ternak, pelayanan kesehatan hewan, vaksinasi penyakit ternak, pengembangan pusat pembibitan, serta pelatihan pengolahan pakan modern.
Seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas peternakan rakyat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara pada sektor perikanan, berbagai bantuan sarana produksi, alat tangkap, dan pendampingan kepada kelompok nelayan maupun pembudidaya terus diberikan.
“Hasilnya, produksi perikanan tangkap, budidaya air tawar, rumput laut, maupun garam terus menunjukkan peningkatan, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir,” ungkap Bupati Ratu Wulla.
Pemerintah juga terus mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah melalui pembangunan berbagai fasilitas pendukung destinasi wisata, promosi digital, penguatan ekonomi kreatif, serta penyelenggaraan berbagai event.
Ia menyebut bahwa beragam potensi wisata alam dan budaya terus dikembangkan agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, kehadiran destinasi seperti sumba dikira rafting, yang menjadi satu-satunya wisata arung jeram di pulau sumba, menjadi bukti bahwa potensi daerah kita mampu bersaing sebagai destinasi unggulan di nusa tenggara timur.
Disisi lain, pengembangan ekonomi kerakyatan juga terus dilakukan melalui pengembangan koperasi, UMKM, perdagangan, dan industri kecil.
Untuk itu, Pemerintah Sumba Barat Daya terus mendorong pembangunan koperasi desa atau kelurahan merah putih, memperkuat industri kerajinan lokal melalui Dekranasda, mendampingi UMKM dalam diversifikasi produk unggulan, serta mempromosikan produk-produk khas sumba barat daya pada berbagai pameran tingkat nasional.
“Seluruh langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang kita laksanakan tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperluas lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya lagi.***