Pengelolaan Anggaran BUMDes Rp190 Juta di Desa Kalembuweri Disorot: Biaya Operasional Rp12 Juta Lenyap Ditangan Ketua
Sebagai sekretaris, dirinya juga tidak pernah mendapat perintah dari ketua BUMDes untuk mengeluarkan surat dalam mengundang semua pengurus untuk mengikuti rapat perihal penggunaan anggaran, termasuk mengirim pesan melalui Whatshap Group yang ada.
“Saya sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Ketua BUMDes Kalembu Weri. Sangat disayangkan karena tidak ada kerja sama yang baik antara pengurus BUMDes Desa Kalembu Weri. Oleh karenanya, saya patut menduga bahwa ada penyalahgunaan anggaran. Kami saja pengurus tidak tahu, bagaimana dengan masyarakat? Dan saya sebagai sekretaris tidak pernah mendapat perintah untuk keluarkan surat,” kesal Mersi, Selasa(07/04/2026).
Hal senada juga dikeluhkan oleh Bendahara BUMDes Kalembuweri, Ricardus Dappa Wunga. Ia mengakui bahwa dirinya hanya dibutuhkan ketika melakukan pencairan di salah satu bank yang berada di Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya pada tahun 2025.
Menurut Richardus, dirinya terpaksa menandatangani kuitansi pencairan dengan harapan penggunaan anggaran sesuai dengan petunjuk yang sudah ditetapkan. Sayangnya, setelah pencairan, Ketua BUMDes tidak lagi membangun koordinasi yang baik. Ia justru menggunakan anggaran tersebut tanpa melibatkan pengurus yang lain.