Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Penyediaan Bahan Baku MBG di SBD Masih Sangat Kurang

Rian Marviriks Storintt.id
Namun demikian, ketersedian bahan baku di Pulau Sumba pada umumnya, khususnya di Sumba Barat Daya disebut belum mampu melayani dapur SPPG yang ada.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Program Makan Bergizi Gratis(MBG) di Kabupaten Sumba Barat Daya sudah berjalan sejak tahun 2025 silam.

Pada tahun 2026 ini, beberapa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) juga sudah beroperasi. Beberapa diantaranya masih tahap pembangunan.

Kehadiran dapur SPPG di wilayah ini pun dinilai dapat membantu meningkatkan ekonomi daerah. Apalagi, kebutuhan bahan baku diwajibkan membeli dari peternak dan petani lokal.

Namun demikian, ketersedian bahan baku di Pulau Sumba pada umumnya, khususnya di Sumba Barat Daya disebut belum mampu melayani dapur SPPG yang ada.

Baca Juga  Ribka Tjiptaning Kritik Makan Bergizi Gratis: Itu Pencitraan, Ngak Tepat Sasaran

Seperti yang dialami oleh SPPG Mandiri Langgero yang di bawah naungan Yayasan Tana Manda Sumba.

Ketua Yayasan, Adam Mone mengakui bahwa suplai bahan baku dari petani dan peternak lokal di Sumba Barat Daya disebutnya masih sangat kurang.

Menurutnya, kekurangan bahan baku yang menjadi kebutuhan dapur bukan hanya terjadi Sumba Barat Daya, melainkan hampir 3 kabupaten lainnya.

Baca Juga  Adam Mone Komitmen SPPG Dapur Mandiri Supply Bahan Baku dari Petani Horti Untuk MBG

“Bahan baku ini bukan hanya kurang di SBD, tapi pada umumnya di Pulau Sumba belum mampu menyediakan. Misalnya, beras, semangka, buncis, wortel, pisang mas, pepaya calivornia dan lain-lain itu stoknya masih sangat kurang karena setiap hari itu butuh stok yang banyak dalam melayani ruibuan penerima manfaat,” kata Adam Mone.

Tutup
error: Content is protected !!