Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Perlakuan Berbeda! Oknum Polisi Yang Diduga Curi Sapi di Sumba Timur Menutup Wajah Saat Dikawal Polisi, Warga Sipil Dipajang Buka Wajah

Rian Marviriks Storintt.id
Sementara itu, seorang oknum warga sipil yang juga ditangkap dalam kasus serupa justru dihadirkan ke hadapan publik tanpa penutup wajah sama sekali alias dipajangkan terbuka.

STORINTT – Penanganan kasus tindak pidana pencurian ternak di Sumba Timur kembali memicu sorotan publik.

Sorotan ini muncul setelah beredarnya rekaman pengawalan terhadap kedua terduga pelaku pencurian ternak sapi di Desa Praibakul, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timu, NTT.

Dalam pengawalan tersebut, salah satu terduga pelaku yang disebut oknum polisi tampak terlihat menutup wajah dengan jacket warna hitam.

Sementara itu, seorang oknum warga sipil yang juga ditangkap dalam kasus serupa justru dihadirkan ke hadapan publik tanpa penutup wajah sama sekali alias dipajangkan terbuka.

Kedua terduga pelaku dikawal oleh dua anggota polisi ketika keluar dari dalam ruangan Polsek Haharu, Kecamatan Haharu, Sumba Timur. Mereka digiring menuju ke dalam mobil dan disaksikan oleh ratusan warga setempat.

Dengan demikian, perbedaan perlakuan ini memicu kritik pedas dari masyarakat. Tindakan menutup wajah tersangka oknum aparat dinilai sebagai bentuk keistimewaan yang tidak semestinya diberikan.

Saat ini, berdasarkan informasi yang dihimpun storintt.id, dikabarkan, kedua terduga pelaku tersebut sedang dibawa ke Polres Sumba Timur untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Ko yang satu saja yang ditutup? Apa pengaruhnya? Terus yg satu kenapa? Dari sini saja kita masyarakat sudah menilai kalau masyarakat jelata tidak dilindungi . Usut sampe akar-akar,” komentar pengguna facebook lainnya.

“Wadoooh pak polisi kenapa ditutup mukanya,” komentar akun lainnya.

“Karena dia polisi jadi mukanya harus ditutup ko? Sedangkan yang bukan polisi mukanya tidak ditutup,” tulis akun lainnya lagi.

“Mantap pak Kapolsek, tindak tegas itu. Bikin malu institusi saja,” komentar akun lainnya.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal, oknum polisi dan oknum warga sipil tersebut ditangkap oleh warga setempat ketika hendak membawa seekor sapi yang sudah diikat dan dibaringkan dalam bak pickap.

Mereka dihadang dan oknum polisi tersebut nyaris mendapat amukan dari puluhan massa yang ada disekitar lokasi penagkapan.

Untungnya, emosi puluhan warga tidak menimbulkan kekerasan. Meski suasana terlihat tegang, warga tetap mamou mengendalikan diri dan tidak main hakim sendiri.***

Tutup
error: Content is protected !!