Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Peserta SPPI 2025 Batch 3 di SBD Keluhkan Jadwal Hingga Batal Ikut Tes di Kupang

Seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2025 Batch 3 yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Sumba Barat Daya mendapat sorotan.(Dok.Tangkapan layar hasil seleksi peserta yang lulus administrasi SPPI SBD)

“Kami hanya ingin keadilan. Jika memang tidak lolos, berikan alasannya. Jangan biarkan ribuan orang menggantungkan harapan tanpa kepastian,” tambah Inggri.

Gelombang kekecewaan ini berlanjut dengan munculnya petisi online berjudul ‘Tolak Ketidaktransparan Hasil Seleksi Administrasi SPPI Batch 3’.

Hingga pukul 17.20, petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 1.749 peserta. Petisi yang dimulai oleh Velia Octaviani ini menuntut pengakuan kesalahan dari panitia, permintaan maaf resmi, dan komitmen transparansi dalam seleksi berikutnya.

Baca Juga  Wakil Bupati SBD Lounching Dapur SPPG Kadi Wanno Wewewa Timur 

Velia menyoroti besarnya biaya yang telah dikeluarkan peserta untuk memenuhi persyaratan awal, termasuk biaya tes kesehatan yang cukup mahal.

Ia menyesalkan bahwa setelah semua upaya tersebut, mereka justru mendapatkan hasil yang dianggap tidak transparan dan merugikan.

Baca Juga  Mengapa Kodim 1629 SBD Harus Transparan Penggunaan Anggaran Pembangunan KDMP?

“Di tengah situasi ekonomi sulit, menyiapkan berkas bukan perkara mudah. Mencari kerja di Indonesia seharusnya tidak sesulit ini,” tulis Velia dalam petisinya.

Selain menuntut transparansi, para peserta juga mendesak BGN untuk memberikan klarifikasi mengenai sistem seleksi yang digunakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!