Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Petani Sebut Dinas Pertanian SBD Menyangkal Hingga Dinilai ‘Putar Balik’ Soal Sumur Bor

Padahal, kata Marta, pada 09 April lalu Kepala Dinas, Kabid, PPK, Ibu Elsi dan Inspektorat sudah turun monitoring di kelompok tersebut.

Saat itu, mereka menyebut barang yang digunakan sudah bagus, sehingga kelompok diminta untuk melanjutkan pekerjaan. Sayangnya, ketika melakukan pertemuan kemarin, pihak dinas justru menyangkali monitoring yang pernah dilakukan.

“Di saya tanggal 09 April sudah turun monitoring bilangnya sudah mantap, terus Kepala Dinas tanya siapa yang turun mama Jefri? Kenapa tanya balik lagi saya bilang. Terus dia bilang jangan ungkit yang lama. Dia(kadis) menyangkal, macam putar balik kalimat,” tambahnya.

Baca Juga  Daftar Desa di Sumba Barat Daya Yang Melakukan Proses Pengajuan Tahap I 2026 dan Sudah Pencairan

Lebih lanjut, Marta menuturkan, dalam pertemuan yang berlangsung pada hari kemarin, dirinya meminta dinas supaya segera keluarkan rekomendasi pencairan.

Sebab, kelompoknya sudah pernah didatangi oleh pihak dinas dan Inspketorat untuk memastikan kualitas barang yang digunakan.

Baca Juga  Aneh, Kadis Pertanian SBD Tidak Mengetahui Jumlah Deker di JUT Desa Kabali Dana, Padahal Punya Fungsi Pengawasan

“Kemarin saya bilang, saya datang minta rekomendasi untuk melanjutkan pekerjaan, kan Dinas dan Inspektorat sudah periksa, lebih bagus kasih kita rekomendasi untuk lanjut kerja bak dan bayar pompa dan tenaga surya saya bilang kemarin,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!