Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Politeknik Bakti Sumba Komitmen Cetak Tenaga Kesehatan Siap Kerja

Rian Marviriks Storintt.id
Sementara, pada tahun ini, Politeknik Kesehatan Bakti Sumba juga akan mencatat sejarah dalam mewisudakan angkatan perdana D4 dan angkatan kedua D3.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Politeknik Kesehatan Bakti Sumba merupakan salah satu kampus di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT yang baru-baru telah mewidusakan kurang lebih 40 mahasiswa angkatan pertama Farmasi D3.

Meski baru lahir, Politeknik Kesehatan Bakti Sumba telah membuktikan bahwa mahasiswa yang selesaikan status Farmasi D3 rata-rata sudah bekerja diberbagi tempat, khususnya pada bidang kesehatan.

Tentunya, hal itu menjadi salah satu keunggulan Politeknik Kesehatan Bakti Sumba dalam mencetak tenaga siap pakai yang profesional ketika hadir di Pulau Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Untuk diketahui, Politeknik Kesehatan Bakti Sumba juga mempunyai dosen-dosen profesional yang lulusan dari khusus dari universitas ternama di Indonesia.

Mereka adalah lulusan dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Universitas cendana, Universitas Setia Budi, dan sejumlah universitas terkemuka lainnya.

Terbaru, pada tahun ajaran 2026/2027, Politeknik Kesehatan Bakti Sumba kembali merekrut calon mahasiswa. Dengan berbagai keunggulan itu, 121 mahasiswa pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikan mereka di kampus tersebut. Mereka akan menjalani proses perkuliahan pada Senin pekan depan.

Sementara, pada tahun ini, Politeknik Kesehatan Bakti Sumba juga akan mencatat sejarah dalam mewisudakan angkatan perdana D4 dan angkatan kedua D3.

“Dari jumlah yang daftar itu menyebar di Farmasi D3, D4 Manejemen Informasi Kesehatan dan D4 Gizi Klinis. Sementara proses perkuliahan akan berlangsung pada hari Senin depan, saat ini proses PPKMB masih sedang berlangsung,” kata Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Leonard Moi, Selasa(04/09/2026).

Politeknik Kesehatan Bakti Sumba juga mempunyai fasilitas yang terbilang memadai. Mulai dari LAB hingga fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam memperkuat pengetahuan mereka tentang dunia kesehatan.

Para mahasiswa juga akan melalui proses Praktek Kerja Lapangan(PKL) disejumlah lembaga kesehatan yang berada di Pulau Sumba. Sementara, khusus jurusan Farmasi, mereka akan fokus pada pengembangan tanaman lokal yang kemudian akan diproduksi menjadi obat herbal.

Menurut Leonard, kuliah di Politeknik Kesehatan Bakti Sumba tidak hanya dibekali pengetahuan dari sisi teoritis, tetapi juga para mahasiswa akan melakukan praktek secara langsung.

“Memang kita masih mempunyai berbagai keterbatasan, tetapi kami pastikan mahasiswa lulusan dari kampus kami adalah tenaga kesehatan yang profesional. Selain mendapat teori, mereka juga akan dikirim diberbagai lembaga kesehatan untuk melakukan PKL. Terakhir kemarin itu beberapa diantara mereka juga mengikuti KKNT GENTASKIN Batch II TAHUN 2026,” katanya lagi.***.

Tutup
error: Content is protected !!