Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

PPK Lempar ‘Bola Panas’ di Inspektorat SBD Buntut Dari Sumur Bor: Petani Seperti ‘Bola’

“Kemarin ada surat masuk dari Inspektorat berkaitan dengan DAK dia(Karolina) bilang. Jadi kami(PPK) tunggu hasil pemeriksaan Inspektorat, baru bagaimana hasilnya kami tunggu,” kata Theodorus dalam menirukan penjelasan PPK, Karolina Loru Kii.

Mendapat penjelasan itu, Theodorus kembali mempertanyakan monitoring yang dilakukan oleh Inspektorat pada bulan Oktober 2024.

Baca Juga  Rudi Kabunang Reses di Sumba Barat Daya, Bupati Ratu Wulla Tekankan Sinergitas Antara Eksekutif dan Legislatif

Kemudian, 09 April 2025 monitoring kembali dilakukan juga oleh Kepala Inspektorat, Theofilus Natara dan pihak Dinas Pertanian.

Saat itu, kata Theodorus, kelompok diminta untuk mengganti beberapa alat karena dinilai tidak sesuai spesifikasi dan kelompok pun sudah melakukannya.

Dengan berbagai alasan ini, Theodorus meyakini bahwa mendapat perlakuan tak adil karena tidak menggunakan merk Lorentz. Ia pun membandingkan kelompok lain yang lancar-lancar saja dalam melakukan pencairan.

Baca Juga  Pemerintah Desa di Kecamatan Loura Diminta Pastikan Akurasi Data Stunting, Bukan Sekedar Administratif

“Kami petani ini sudah bodoh, ditambah perbodoh lagi, kami semakin bingung, kemarin alasan daftar harga barang sudah jelas kami bawa, sekarang bilang lain lagi,” katanya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!