PPK Lempar ‘Bola Panas’ di Inspektorat SBD Buntut Dari Sumur Bor: Petani Seperti ‘Bola’
Dengan berbagai alasan ini, Theodorus meyakini bahwa mendapat perlakuan tak adil karena tidak menggunakan merk Lorentz. Ia pun membandingkan kelompok lain yang lancar-lancar saja dalam melakukan pencairan.
“Kami petani ini sudah bodoh, ditambah perbodoh lagi, kami semakin bingung, kemarin alasan daftar harga barang sudah jelas kami bawa, sekarang bilang lain lagi,” katanya lagi.
Sebagai informasi tambahan, sebelumnya 5 kelompok ini mendapat penjelasan dari Kepala Dinas, Yohanis Frin Tuka bahwa anggaran tersebut sudah dikembalikan di kas daerah.
Namun, kelompok menunjukan bukti hasil prin rekening koran yang menunjukan bahwa anggaran tersebut masih ada direkening kelompok alias belum dikembalikan.
Dengan bukti itu, beberapa hari lalu, kadis kembali memberi alasan lain dan meminta 5 kelompok untuk memasukan daftar harga barang untuk melancarkan proses pencairan.
Tinggalkan Balasan